ADVERTISEMENT

Memahami Abrasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Kamis, 16 Jun 2022 14:30 WIB
Taman Mangrove Ketapang di Kabupaten Tangerang bisa menjadi wisata alternatif masyarakat. Selain itu, tempat ini cocok untuk yang suka foto-foto.
Hutan mangrove bisa mencegah abrasi di kawasan pantai (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Apakah kamu tahu apa itu abrasi? Yap, abrasi adalah pengikisan atau pengurangan daratan (pantai) akibat aktivitas gelombang, arus, dan pasang surut.

Fenomena abrasi ini cukup sering terjadi dan dapat kamu lihat secara langsung di pesisir pantai.

Dalam prosesnya, abrasi merupakan proses pelepasan energi balik gelombang laut ke arah daratan. Di mana terlihat dari penghempasan daerah pinggir pantai yang kemudian dihanyutkan "rombakan tanah" sepanjang lereng pantai dan akhirnya diendapkan di laut.

Pengertian Abrasi

Menurut Undang-undang No. 24 Tahun 2007, abrasi adalah proses pengikisan yang terjadi di pesisir pantai dan diakibatkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak. Fenomena alam ini disebabkan oleh keseimbangan alam yang terganggu di daerah tersebut.

Dalam artikel ilmiah yang berjudul Analisis Pendapatan dan Pencurahan Tenaga Kerja Nelayan di Desa Pantai Studi Kasus di Muncar Banyuwangi, dijelaskan bahwa pemadatan pada daratan akan berimplikasi terhadap permukaan tanah yang akan turun dan tergenang air laut.

Dapat diketahui jika pantai yang terkena abrasi terlihat dari angkutan sedimen yang terjadi ke suatu titik lebih besar daripada jumlah sedimen yang terangkut ke luar dari titik utama tersebut. Kemudian, pantai dapat dikategorikan rusak akibat abrasi setelah adanya dampak-dampak kerusakan yang terjadi pada beberapa sektor.

Di lain sisi, pengikisan yang disebabkan oleh air, es, dan angin yang mengandung beberapa bahan yang sifatnya destruktif atau merusak. Kerusakan yang ditimbulkan ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor alamiah dan non-alamiah (manusia).

Penyebab Abrasi

Merujuk pada Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kab. Demak bahwa ada lima penyebab abrasi secara umum, antara lain:

· Penurunan permukaan tanah

· Kerusakan hutan mangrove

· Kerusakan akibat gaya-gaya hidrodinamika gelombang

· Kerusakan akibat sebab alam lain, terkait dengan perubahan iklim dan lain-lain

· Kerusakan akibat kegiatan manusia yang lain, seperti penambangan pasir, pembuatan bangunan di pesisir pantai, dan pembukaan tambak di pinggir laut

Dampak Abrasi

Atas dasar ini, abrasi ini membawa berbagai dampak yang cukup fundamental bagi beberapa sektor. Seperti yang digambarkan dalam buku Bencana Alam dan bencana Anthropogene terdapat lima dampak dari proses abrasi. Diantaranya:

· Luasan daratan atau pulau akan berkurang

· Topografi pantai menjadi terjal

· Tiang dermaga sedikit demi sedikit akan terkikis atau mengalami korosi

· Rusaknya tanggul laut akibat dasar tanggul yang terabrasi dan terkikis

· Berubahnya fungsi pantai

Cara Mengatasi Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tekanan gelombang laut dan arus laut yang merusak. Tetapi, kira-kira bagaimana cara mengatasi abrasi?

· Penanaman pohon bakau atau hutan mangrove

· Pengisian pasir di pesisir pantai

· Menggunakan bangunan pelindung pantai

· Pemeliharaan terhadap terumbu karang

· Regulasi yang jelas terkait pelarangan penambangan pasir secara berlebihan

Kesimpulannya, abrasi adalah proses pengikisan yang dapat disebabkan oleh faktor alam dan non-alam (manusia).



Simak Video "Video Horor Abrasi di Minahasa, Rumah Hanyut-Jembatan Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia