Kata Nadiem soal Transformasi Pendidikan RI: Saya Merinding Lihatnya

Atta Kharisma - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 09:40 WIB
Tangkap Layar Puncak Peringatan Harteknas 2022
Foto: Tangkap Layar Puncak Peringatan Harteknas 2022
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi transformasi teknologi pendidikan di Indonesia. Ia mengungkapkan dirinya tidak pernah menyangka digitalisasi pendidikan yang digagas Kemendikbudristek mampu mencapai level yang canggih seperti saat sekarang ini.

"Luar biasa menurut saya, dan saya melihat itu merinding. Tiga tahun yang lalu kita mencanangkan ide untuk mendigitalisasi aktivitas kita di Kemendikbudristek, dan saat itu saya tidak mengetahui apakah ini bisa terjadi atau tidak," ungkapnya dalam acara Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022, Rabu (10/8/2022).

Nadiem mengungkapkan kecanggihan teknologi pendidikan di Indonesia tidak lepas dari keberanian, kolaborasi dan kerja nyata di lapangan.

"Karena dalam dunia teknologi, kalau kita tidak berani mengambil risiko kita tidak akan mencapai dampak yang diinginkan," tegasnya.

Ia menjelaskan dalam proses mewujudkan ekosistem teknologi digital, Kemendikbudristek senantiasa mendapat dukungan dari berbagai pihak serta orang-orang di luar kementerian yang turut berkontribusi.

"Semua sudah mengetahui, di balik kerjaan Kemendikbud ada organisasi dan orang-orang lain di luar kementerian yang telah berkontribusi," imbuhnya.

Digitalisasi pendidikan tidak hanya meningkatkan mutu, tapi juga memberikan panggung bagi para guru-guru di daerah untuk berkontribusi. Nadiem mengatakan melalui platform seperti Merdeka Mengajar, guru daerah bisa memamerkan inovasinya dan mendapat apresiasi dari guru-guru se-Indonesia.

"Guru itu bawaannya adalah kepengen belajar, kepengen berkontribusi. Tapi dia nggak pernah dikasih suatu platform di mana dia bisa memamerkan kejagoan dia, di mana dia bisa menunjukkan inovasi dia karena nggak ada yang apresiasi di daerahnya. Tapi dengan platform Merdeka Mengajar, guru di Papua bisa diapresiasi sama guru dari Jogja," terangnya.

Tak hanya itu, platform digital juga membuka kesempatan bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan berdasarkan levelnya masing-masing.

"Dengan aplikasi (Platform Merdeka Mengajar), semua guru bisa belajar di levelnya sendiri-sendiri," tuturnya.

Nadiem pun menegaskan di era transformasi pendidikan ini, pemerintah memiliki peran penting untuk merancang suatu platform dan mengarahkan anggaran negara guna membuka kreativitas dan keunggulan setiap sekolah di Indonesia.

"Jadi peran pemerintah ini bukan ngerjain program satu per satu. Tugasnya pemerintah harusnya menjadikan platform dan mengarahkan anggaran, uang rakyat, untuk membuka kreativitas dan power setiap sekolah kita, setiap institusi kita, setiap teknologis kita, setiap engineer kita di seluruh Indonesia," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna yang telah menggunakan platform teknologi pendidikan yang diluncurkan Kemendikbudristek.

"Terima kasih untuk lebih dari 1,2 juta pendidik sudah mengakses dan saling berbagi materi di platform Merdeka Mengajar, sebuah kanal bagi guru-guru untuk belajar, untuk mengajar, dan untuk berkarya serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, sebanyak 3,2 juta pendidik dan dinas pendidikan di seluruh Indonesia telah mengakses berbagai platform teknologi dengan Akun Belajar.id," pungkasnya.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia