Ini Sederet Pencapaian Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek

Dea Duta Aulia - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 22:04 WIB
Harteknas 2022
Foto: Kemendikbudristek
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengaku terharu atas capaian transformasi digital Kemendikbudristek dalam menyediakan platform yang bermanfaat bagi ekosistem pendidikan di Indonesia. Inovasi ini untuk menjawab krisis pembelajaran di mana hasil-hasil tes PISA menunjukkan literasi, numerasi, dan sains peserta didik di Indonesia tidak ada peningkatan yang signifikan.

Hal tersebut diungkapkan olehnya saat Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Tahun 2022, Rabu (10/8/2022).

"Saya melihatnya itu merinding, karena tiga tahun yang lalu kita mencanangkan ide untuk benar-benar mendigitalisasi aktivitas kita di Kemendikbud. Pada saat itu, saya sama sekali tidak mengetahui apakah hal sebesar ini bisa terjadi atau tidak, tapi kita berkomitmen. Ternyata hasilnya terlihat sekali," kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie mengatakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memegang peranan penting dalam melakukan transformasi pendidikan nasional.

"Sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam memecahkan masalah krisis pendidikan yang ada," kata Hasan.

Ada sejumlah platform yang tersedia pada ekosistem pendidikan Indonesia seperti Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, ARKAS, SIPLah, Tanya BOS, Akun Belajar.id dan Kampus Merdeka. Ekosistem Teknologi Pendidikan di Indonesia sudah menjangkau 364 ribu satuan pendidikan di 514 Kabupaten/Kota dari total 435 ribu sekolah dasar, menengah, kejuruan, dan PAUD, 2,7 juta lebih guru dari 3,7 juta guru, 724 ribu mahasiswa, 2.655 perguruan tinggi dan vokasi dari total 3.115 seluruh Indonesia, 2.700 lebih mitra industri, 84 ribu lebih penyedia barang dan jasa, serta 35 juta total peserta didik (data per Agustus 2022).

Harteknas 2022Foto: Kemendikbudristek

"Tiap-tiap platform ini kami buat agar seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan di Indonesia dapat melakukan lompatan kemajuan secara bersama-sama," jelasnya.

Chief Technology Officer GovTech Edu, Ibrahim Arief mengatakan Platform Merdeka Mengajar membantu guru dalam mengajar sesuai kemampuan murid. Serta platform tersebut mampu menghadirkan inspirasi bagi para guru lainnya untuk terkoneksi dengan baik.

"Setelah enam bulan dirilis, aplikasi platform ini telah diunduh sebanyak 1,6 juta lebih pengguna, 312 ribu lebih guru telah mengunduh perangkat ajar, sebanyak 51 ribu lebih Bukti Karya telah dibagikan, lebih dari 1.000 komunitas guru di seluruh Indonesia, dan total 55 ribu lebih konten tersedia di dalam platform Merdeka Mengajar," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Kedaireka Mahir Bayasut Kemendikbudristek terus mendorong kerja sama antara kampus dengan industri melalui platform Kedaireka. Melalui inovasi ini diharapkan mampu mempertemukan civitas akademik dengan pelaku industri.

Harteknas 2022Foto: Kemendikbudristek

"Adanya peningkatan yang signifikan dari tahun 2021 ke tahun 2022, di mana perguruan tinggi yang menggunakan platform Kedaireka meningkat tiga kali, yaitu sebanyak 509 perguruan tinggi, 27.184 dosen, dan 143.683 mahasiswa," jelasnya.

Tak hanya itu, untuk Kemendikbudristek turut menggelontorkan dana padanan (matching fund) sebesar Rp 5,4 triliun dan total dana kontribusi mitra/DUDI sebesar Rp 5,7 triliun.

"Total dana kolaborasi di Kedaireka mencapai sebesar Rp 11,2 triliun," tutup Mahir.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia