Hakteknas 2022, Menteri Nadiem Makarim Gambarkan Teknologi Pendidikan Lewat 3 Kata

Devi Setya - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 18:00 WIB
Nadiem Makarim
Menteri Nadiem Makarim menghadiri puncak perigatan Hakteknas 2022 Foto: Humas Kemendikbud Ristek
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ikut memeriahkan momen Hari Kebangkitan Teknologi Nasional hari ini, Rabu (10/8). Dalam kesempatan ini Menteri Nadiem Makarim menyampaikan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan melaju dengan pesat.

Kegiatan yang disiarkan secara luring dan daring melalui live Youtube Kemendikbud RI ini menghadirkan berbagai kalangan dalam dunia pendidikan. Turut hadir beberapa rektor, guru, mahasiswa hingga murid yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menteri Nadiem Makarim menyebutkan tiga kata yang menggambarkan sangat canggihnya teknologi dalam dunia Kemenbudristek Indonesia. Tiga kata tersebut adalah Keberanian, Kolaborasi dan Kerja Nyata.

"Yang pertama Keberanian. Kalau dunia teknologi kita tidak berani mengambil risiko kita tidak akan pernah mencapai apa yang kita inginkan. Kata kedua adalah Kolaborasi, karena kalau Kementerian jalan sendiri tidak akan tercapai. Semua di balik kerjaan Kemendikbud adalah organisasi dan orang-orang di luar kementerian yang berkontribusi. Dan yang ketiga menurut saya adalah Kerja Nyata. Di dunia teknologi tidak bisa bohong, tidak bisa bikin acara yang pamer usaha tanpa ada datanya. Orang yang tidak menggunakan teknologi itu artinya gagal," beber Nadiem Makarim.

Dalam kesempatan ini juga, Menteri Nadiem mengungkapkan sudah mencoba mendigitalisasi Kemendikbudristek sejak tiga tahun lalu. Ia optimis bahwa dunia pendidikan bisa selaras dengan teknologi yang sedang berjalan saat ini.

"Tiga tahun lalu kita mencanangkan ide untuk mendigitalisasi kegiatan kita di Kemendikbud, dan saya saat itu tidak tahu akan bisa terjadi atau tidak, tapi yaudah kita komitmen aja," lanjut Nadiem.

Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini takjub setelah melihat kenyataannya saat ini. Ia menyampaikan bahwa kekuatan platform di dunia pendidikan sangat berpengaruh.

Nadiem mencontohkan salah satunya dengan adanya platform Merdeka Mengajar, para guru bisa maksimal belajar serta berkontribusi sekaligus berinovasi.

"The power of platform. Guru itu bawaannya ingin belajar, ingin kontribusi tapi dia tidak bisa, tidak ada yang mengapresiasi. Makanya dikasih platform supaya bisa pamer inovasi dia, kebisaan dia, dengan Merdeka Belajar sekarang guru dari Papua bisa diapresiasi diberikan komentar dari guru di Jogja," lanjut Nadiem.

Dalam Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2022 ini juga Nadiem mengungkapkan ia selaku Mendikbudristek ingin terus berusaha mendorong untuk membuat teknologi di dalam Kemendikbudristek. Dengan demikian semua kalangan bisa menghasilkan karya serta inovasi demi meraih kesuksesan.

"Kami di Kemendikbudristek akan terus mendorong dan men-challenge diri kita 'kalau tidak berhasil di lapangan itu namanya gagal, kalau tidak digunain orang-orang stakeholder kita itu namanya gagal.' Itu adalah standar untuk membuat teknologi di dalam Kemendikbudristek," beber Nadiem.

Nadiem juga mengungkapkan harapan, dengan adanya platform-platform digital ini bisa menghasilkan banyak karya, inovasi dan kepercayaan diri dari guru, mahasiswa dan murid. "Semua harus berani tampil, berani mencoba hal baru dan berani gagal karena dengan cara itu kita berani sukses," pungkas Nadiem.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia