Ucapan Menteri Nadiem untuk Pengguna Platform Teknologi Kemendikbudristek

Devi Setya - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 20:45 WIB
Nadiem Makarim
Menteri Nadiem Foto: Tangkap Layar Puncak Peringatan Harteknas 2022
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengguna platform teknologi yang telah diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Merdeka Belajar. Hal ini diungkapkan tepat saat peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27 Tahun 2022 di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu (10/8).

Dalam acara yang disiarkan melalui live YouTube Kemendikbud RI ini Nadiem mengapresiasi lebih dari 1,2 juta pengguna dan 3,2 juta pengakses platform teknologi dari Kemendikbudristek.

"Terima kasih untuk lebih dari 1,2 juta pendidik sudah mengakses dan saling berbagi materi di platform Merdeka Mengajar, sebuah kanal bagi guru-guru untuk belajar, untuk mengajar, dan untuk berkarya serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, 3,2 juta pendidik dan dinas pendidikan di seluruh Indonesia telah mengakses berbagai platform teknologi dengan akun belajar.id," dikatakan Mendikbudristek.


Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama ini juga Menteri Nadiem menyampaikan terima kasih kepada 714 ribu mahasiswa, 2.600 perguruan tinggi, 2.700 mitra industri, dan 43 ribu praktisi yang telah berkolaborasi untuk mewujudkan terobosan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Ungkapan terima kasih pun dilontarkan kepada para pelopor yang telah percaya dan mulai memanfaatkan setiap ekosistem teknologi yang dibangun Kemendikbudristek. "Sebanyak 364 ribu sekolah telah memanfaatkan terobosan teknologi Kemendikbudristek untuk menghadirkan transformasi pembelajaran yang menyeluruh bagi peserta didik," lanjutnya.

Beberapa platform teknologi oleh Kemendikbudristek

Kemendikbudristek saat ini tercatat memiliki berbagai platform teknologi yang bisa digunakan untuk membantu memudahkan proses belajar. Setiap platform ini bisa digunakan oleh siswa, guru, mahasiswa, dosen bahkan sampai kepala sekolah.

Sebut saja platform Rapor Pendidikan, lebih dari 100 ribu satuan pendidikan telah mengidentifikasi capaian hasil belajar peserta didik hingga iklim keamanan sekolah. Kemudian ada juga platform Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) juga telah dilakukan oleh lebih dari 200 ribu satuan pendidikan dalam mengelola anggaran dan pengadaan yang transparan.

"Aplikasi ini membantu sekolah-sekolah kita melakukan penganggaran, pengadaan, dan pelaporan dana pendidikan secara efisien dan akuntabel," tutur Mendikbudristek.

Diakui Nadiem, diperlukan usaha dan kemauan untuk bisa mengoptimalkan penggunaan setiap platform ini. Banyak pihak yang diajak berusaha keras untuk beradaptasi dan keluar dari zona nyaman untuk berubah.

"Ini adalah sebuah langkah berani para pelopor kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan, para penggerak Merdeka Belajar," ungkapnya.

Transformasi pendidikan harus digerakkan bersama

Menteri Nadiem menilai teknologi telah membantu menggerakkan langkah bersama untuk mengakselerasi transformasi pendidikan. Namun, ia menyadari bahwa masih banyak yang harus disempurnakan.

Transformasi pendidikan yang tidak mudah diputarbalikkan memerlukan gotong royong dan kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan lompatan kemajuan.

"Ini awal dari perjalanan yang sangat panjang menuju pembelajaran yang jauh lebih relevan, pembelajaran yang jauh lebih merdeka, dan pembelajaran yang jauh lebih menyenangkan untuk semua pelajar di Indonesia," pungkas pria lulusan Harvard University ini.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia