Rangkaian Ekosistem Teknologi untuk Dukung Kemajuan Pendidikan RI

Atta Kharisma - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 21:27 WIB
Harteknas 2022
Presentasi Kapusdatin dan CTO GovTech Edu tentang Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek pada Puncak Peringatan Hakteknas 2022, Jakarta (10/8). (Foto: Tangkap Layar Puncak Peringatan Harteknas 2022)
Jakarta -

Teknologi merupakan solusi dalam mengakselerasi pendidikan di Indonesia. Untuk mewujudkan transformasi pendidikan berbasis teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merancang dan mengembangkan ekosistem teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.

"Ada aplikasi Merdeka Mengajar, ada aplikasi Rapor Pendidikan, ARKAS, SIPLah, Tanya BOS, Akun Pembelajaran maupun Kampus Merdeka," ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal, Kemendikbudristek Muhamad Hasan Chabibie dalam 'Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022', Rabu (10/8/2022).

Ia mengungkapkan untuk menjalankan transformasi tersebut, Kemendikbudristek telah bermitra dengan GovTech Edu dalam mengembangkan dan menciptakan produk digital pendidikan yang bermutu tinggi.

Chief Technology Officer GovTech Ibrahim Arief menjelaskan rangkaian produk digital tersebut membawa dampak yang signifikan terhadap transformasi pendidikan di Indonesia.

Misalnya, Merdeka Mengajar. Ia menuturkan platform ini berhasil membantu para guru untuk mengakses materi pelatihan secara mandiri di mana pun dan kapan pun sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Sekarang sudah lebih 1.000 komunitas yang tergabung di platformnya yang memudahkan guru-guru untuk menemukan komunitas-komunitas belajar dan mengakselerasi kegiatan belajar mengajar mereka," ungkapnya.

Harteknas 2022Kapusdatin menjelaskan Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek dirancang untuk menjadi akselerator transformasi pendidikan nasional. (Foto: Tangkap Layar Puncak Peringatan Harteknas 2022)

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan platform Merdeka Mengajar diunduh sebanyak 1,6 juta kali setelah 6 bulan dirilis dan memiliki 2,7 juta pengguna aktif gabungan dari aplikasi dan juga website.

Selain mendukung proses belajar mengajar, Ibrahim melunturkan ekosistem teknologi pendidikan yang dikembangkan Kemendikbudristek memudahkan guru dalam proses identifikasi dan membenahi kualitas sekolah, yakni lewat platform Rapor Pendidikan.

"Jadi guru-guru bisa menggunakan ini (Rapor Pendidikan) untuk mengetahui apakah sekolah sudah menghasilkan dorongan yang bagus untuk mencapai capaian yang bagus di literasi, numerasi hingga iklim keamanan sekolah," imbuhnya.

Ibrahim menerangkan ekosistem teknologi pendidikan juga memfasilitasi guru dalam fungsi lain, mulai dari tata kelola anggaran sekolah yang terintegrasi (ARKAS), pengadaan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan mitra pasar daring dan penyedia barang (SIPLah), hingga tanya jawab seputar penggunaan dana BOS (TanyaBOS).

Sedangkan di sisi pengembangan diri, guru dapat memanfaatkan platform Akun Belajar.id untuk mengakses berbagai program dan teknologi yang dibuat oleh Kemendikbudristek dan platform eksternal yang mendukung proses belajar mengajar lebih baik.

Ibrahim mengatakan semua layanan ekosistem teknologi tadi akan terhubung dan dapat diakses melalui Akun Belajar.id.

"Mereka bisa menggunakan Akun Belajar.id ini untuk mengakses segala macam layanan yang dikembangkan untuk guru dan sekolah," tambahnya.

Di sisi lain, terang Ibrahim, mahasiswa dapat menggunakan platform Kampus Merdeka untuk mengasah diri melalui pengalaman di luar kampus dengan akses ke ribuan mitra industri dan organisasi. Mitra industri pun dapat memanfaatkan platform ini untuk berpartisipasi dalam kegiatan luar kampus demi mendukung pengembangan mahasiswa.

"Mereka jadi lebih dekat dengan industri, dan sebelum lulus mereka sudah memiliki pengalaman yang sangat kaya dan mempersiapkan mereka untuk lebih baik ketika lulus dan masuk ke industri," pungkasnya.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia