10 Agustus Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Bagaimana Sejarahnya?

Anisa Rizki - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 12:00 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi pesawat NC-212,  di hanggar produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). PTDI menargetkan pada 2021 dapat menyelesaikan produksi pesawat dan helikopter sebanyak 12 unit yang terdiri dari pesawat NC-212, CN-235, CN-295, N-219, dan helikopter Bell 412 yang akan distribusikan ke dalam negeri dan luar negeri seperti Senegal. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau biasa disebut dengan Hakteknas. Penetapan Hakteknas ditentukan berdasarkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995.

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional jadi tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Meski begitu, tidak banyak orang yang tahu tentang Hakteknas dan bagaimana awal mula kemunculannya.

Bagi kamu yang penasaran akan sejarah Hakteknas, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud pada Rabu (10/8/2022), peringatan Hakteknas berawal dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca ciptaan BJ Habibie pada tanggal 10 Agustus 1995 di daerah Bandung.

Hasil karya anak bangsa tersebut jadi bukti bahwa negara kita telah berhasil menumbuhkan inovasi dan jiwa mengembangkan IPTEK nasional.

Bermodalkan kebijakan transformasi industri yang dicanangkan oleh Menteri Riset dan Teknologi pada waktu itu, beberapa tahun sebelumnya Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) berhasil memproduksi pesawat CASA-212 dengan kapasitas penumpang sebanyak 12 orang serta lisensi yang diperoleh dari Spanyol.

Pengalaman dan pengetahuan yang dikumpulkan dari pelajaran membuat CASA-212 dikembangkan lebih lanjut oleh tenaga ahli IPTN.

Dengan cara bermitra dan berpatungan dengan perusahaan CASA Spanyol, ahli-ahli Indonesia berinovasi untuk membuat produk baru dan merancang bangun serta memproduksi pesawat CN-235 yang berkapasitas 35 penumpang.

Lalu, anak-anak bangsa di IPTN lalu mulai merancang dan memproduksi secara mandiri pesawat N-250. Pesawat tersebut merupakan pesawat komuter turboprop rancangan asli IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia).

Pesawat N-250 menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia.

Melalui keberhasilan komunitas iptek menerbangkan pesawat N-250, dan untuk lebih menyemangati masyarakat agar terus menghasilkan dan memajukan hasil teknologi dalam negeri, pada tanggal 6 Oktober 1995 Presiden Republik Indonesia menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) melalui Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995.

Hakteknas Jadi Hari Penting dalam Sejarah Nasional

Hakteknas merupakan salah satu hari penting dalam sejarah nasional. Tujuan Hakteknas adalah untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Selain itu Hari Kebangkitan Teknologi Nasional juga bertujuan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat untuk terus menerus membangkitkan daya inovasi dan kreasi guna kesejahteraan dan peradaban bangsa Indonesia.

Hasil karya IPTEK yang ditampilkan dalam peringatan Hakteknas juga menjadi kesempatan baik untuk memberikan pertanggung jawaban publik terhadap segala hal yang telah dilakukan oleh komunitas IPTEK dengan sumber daya yang diberikan oleh rakyat Indonesia.

Nah, itulah sejarah Hakteknas yang merupakan hari bersejarah penting di Indonesia. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan detikers ya!

tag



Simak Video "Peninggalan Sejarah yang Tersingkap Usai Gelombang Panas di Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia