Rahasia William, Lulusan S2 ITB Terbaik dan Tercepat Berusia 22 Tahun

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 30 Jul 2022 18:30 WIB
William, lulusan S2 termuda tercepat terbaik IPK 4,0 di ITB
Foto: Dok. William Damario Lukito/Rahasia William, Lulusan S2 ITB Terbaik dan Tercepat Berusia 22 Tahun
Jakarta -

Wisuda Institut Teknologi Bandung (ITB) periode Juli 2022 menjadi momen yang tidak akan dilupakan William Damario Lukito. Sebab, nama William disebut setelah berhasil memecahkan rekor sebagai lulusan terbaik, termuda, dan tercepat dari Opsi Teknik Telekomunikasi.

Bahkan William menjadi satu-satunya mahasiswa magister STEI disebutkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., sebagai wisudawan dengan IPK sempurna (4.00).


Lulusan Terbaik dari Prodi Tersulit di ITB

Di kalangan mahasiswa ITB, khususnya Teknik Elektro STEI bahwa Teknik Telekomunikasi dikenal sebagai salah satu program studi tersulit di fakultas ini.

Namun, hal itu dipatahkan oleh mahasiswa kelahiran Bekasi yang berhasil lulus dari Opsi Teknik Telekomunikasi dengan IPK 4.00.

Terlebih ia menyelesaikan dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, dengan penelitian tesis yang digarapnya di bawah Laboratorium Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro (LTRGM-ITB).

Rahasia Lulus S2 Cumlaude di Usia 22 Tahun

Pencapaiannya menjadi Magister di usia muda tentu bukanlah hal instan. William mengaku telah melalui berbagai hal sebelum mencapai titik sekarang.


1. Ikut Program Akselerasi SMA

Sebelum kuliah di STEI-ITB, William ternyata lulusan program akselerasi di SMA. Ketika ditanya alasannya memilih kampus ITB, William menjelaskan bahwa ayahnya memberikan pengaruh yang sangat besar dalam keputusannya tersebut.

"Ayah saya juga adalah alumni ITB. Saya banyak mendapat pengaruh dan arahan dari Ayah saya mengenai studi. Selama saya sekolah, menjadi mahasiswa ITB merupakan cita-cita utama saya. Jadi, ketika sudah waktunya saya memilih universitas saat SMA, saya tidak pikir dua kali untuk memilih STEI ITB," ujarnya dikutip dari laman ITB.


2. Ikut Program Binaan Fast Track PPSM

Salah satu alasan William dapat menyelesaikan studinya di usia yang relatif muda adalah dia mengikuti program binaan Fast Track (PPSM: Program Penyatuan Sarjana Magister) yang memang disediakan oleh ITB.

Program PPSM ini adalah program binaan ITB yang memungkinkan mahasiswa tingkat akhir sarjana untuk mengambil mata kuliah program magister.

Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa ITB yang memenuhi syarat, sesuai dengan kebijakan di fakultas masing-masing.

William sendiri merupakan alumni S1 Teknik Telekomunikasi ITB angkatan 2017 yang baru saja lulus dengan predikat Cum Laude di bulan Juli 2021 kemarin.


3. Aktif dalam Kegiatan Keilmuan

Selain sibuk dengan kegiatan kuliah dan menjadi asisten di beberapa mata kuliah, William juga turut berpartisipasi di salah satu kegiatan kerja sama LAPI ITB dengan Balitbang Kementerian Pertahanan.


4. Menyukai Apa yang Dikerjakan

Terkait IPK-nya yang sempurna, lelaki kelahiran tahun 2000 ini menyampaikan bahwa hal pertama yang harus disadari adalah kita harus senang terhadap apa yang kita pelajari.

"Kita (juga) harus tahu motivasinya belajar suatu hal. Ketika sudah tahu dan matang, maka otomatis ketika mempelajari maka akan termotivasi dengan sendirinya," terangnya.


5. Memiliki Metode Belajar yang Sesuai

Dalam perkuliahan, William mengaku memiliki metode tersendiri sesuai dengan kemampuan dirinya. Misal jika memang tidak paham tentang materinya, ia hanya akan mendengarkan di kelas setidaknya lebih dari 50 persen materi.

"Saya betul-betul memperhatikan sambil memegang kertas dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang sekiranya miss saat di kelas. Ketika pulang, saya tinggal me-refer hal-hal yang saya belum mengerti tadi. Metode seperti itu saya rasa sangat membantu ketika nanti dihadapkan dengan kuis, UTS, UAS. Kita tidak perlu melakukan metode sistem kebut semalam," paparnya.


6. Memiliki Teman Belajar atau Diskusi

Hal yang tak kalah penting juga selama menempuh kuliah, usahakan mahasiswa memiliki teman belajar atau diskusi.

Hal ini juga ditekankan oleh William di mana selama menempuh S1, teman belajar menjadi faktor penting.

"Dan yang terpenting adalah teman belajar. Kunci saya waktu S1 itu teman belajar. Teman diskusi itu sangat penting. Ketika kita tidak mengerti suatu hal, itu ada baiknya diskusi," tuturnya.

Di luar hal itu, William berpesan kepada mahasiswa di ITB agar tetap bersemangat dan selalu bersyukur.

Karena menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti mereka bisa kuliah dan belajar di tempat yang berkualitas.

Terakhir, William memberi pesan semangat bahwa langkah yang akan diambilnya setelah kelulusan di STEI-ITB, adalah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Saya ingin melanjutkan studi ke jenjang doktoral!" tutup lulusan yang kini sedang menyiapkan berkas berkas dan dokumen untuk studi doktornya.



Simak Video "Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia