Ulos-Tempe Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia, Hasil Seleksi Keluar 2024

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 22 Feb 2022 16:00 WIB
Salah satu kerajinan khas Toba yang paling dikenal masyarakat adalah kain tradisionalnya yang bernama Ulos dan Sarung Batak. Intip proses pembuatannya yuks.
Kain ulos dari Sumatra Utara diusulkan bersama tempe dan empat item lainnya sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan mengusulkan ulos, tempe, dan empat item lainnya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia ke daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Adapun empat item lainnya, yakni reog Ponorogo, budaya sehat jamu, tenun ikat Sumba Timur, dan kolintang. Usulan ini merupakan hasil Lokakarya Pengusulan ICH UNESCO yang digelar akhir pekan lalu oleh tim juri dan tim Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti mengatakan enam item tersebut merupakan hasil seleksi dari 10 usulan yang telah diberikan sejak tahun 2018 hingga 2021.

"Sepuluh usulan ini, sebagian merupakan usulan lama yang belum lolos seleksi siklus pengusulan tahun sebelumnya dan sebagian lagi merupakan usulan baru," ujar Irini dalam keterangannya pada detikEdu, Selasa (22/2/2022).

Irini menuturkan, proses seleksi usulan Warisan Budaya Takbenda dimulai dari rekomendasi berbagai komunitas dan pemerintah daerah. Rekomendasi ini diterima dalam bentuk naskah akademik.

Setiap pengusul diminta untuk membuat latar belakang pengusulan, sejarah, kondisi, wilayah persebaran, kondisi maestro, pola pewarisan yang dilaksanakan, jumlah komunitas, dan frekuensi dihadirkan di masyarakat.

Selain itu, naskah akademik juga harus berisi nilai penting dan dampak pengusulan, justifikasi pengusulan, rencana aksi pelestarian yang telah dan akan dijalankan, dan program pemberdayaan komunitas atau masyarakat pemilik atau pelaku usulan.

"Kemudian kami mengadakan penjurian dengan mengundang seluruh pengusul untuk memaparkan usulannya di depan para juri. Para juri ini kemudian memberikan nilai atau skor untuk seluruh usulan dan melakukan ranking, mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah, serta memberikan masukan atau rekomendasi," kata Irini.

Untuk diketahui, sebelum tempe diusulkan, pada Desember 2021 lalu, UNESCO menetapkan gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Selain gamelan UNESCO juga sudah menetapkan wayang, batik, dan keris.

Item-item yang diusulkan tim Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek kemudian akan diseleksi kembali oleh Sekretariat ICH UNESCO dan Badan Evaluasi. Penilaian seleksi terdiri dari dua jenis seleksi yaitu seleksi administrasi (penilaian kelengkapan berkas) dan seleksi substansi (penilaian isi naskah nominasi).

Dalam tahap seleksi, terdapat usulan Warisan Budaya Takbenda yang akan mendapat prioritas untuk dicantumkan dalam daftar ICH UNESCO, yaitu:

- Usulan dari negara yang sama sekali belum memiliki Warisan Budaya Takbenda yang dicantumkan dalam daftar ICH UNESCO

- Usulan multinasional atau joint nomination, adalah usulan bersama lebih dari satu negara

- Usulan dalam kriteria good safeguarding practises, yaitu usaha-usaha atau praktik baik dalam pelindungan Warisan Budaya Takbenda

- Usulan dalam kriteria in need of urgent safeguarding, Warisan Budaya Takbenda yang memerlukan pelindungan mendesak

- Usulan dalam kriteria representative list of humanity, Warisan Budaya Takbenda yang memberikan gambaran mengenai keberagaman budaya di dunia

Irini mengungkapkan setiap usulan yang masuk ke Sekretariat ICH UNESCO akan diseleksi selama dua tahun. Jadi hasil penetapan Warisan Budaya Takbenda ICH UNESCO 2022 akan diumumkan pada tahun 2024. Semoga ulos dan tempe bisa masuk Warisan Budaya Dunia ya, detikers!



Simak Video "Tetap Berproduksi, Perajin Tahu-Tempe di Jateng Naikan Harga"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia