7 Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO 2020-2021, Pos Dagang-Jalur Kuno

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 17 Des 2021 17:00 WIB
Foto udara dari Kompleks Arkeoastronomi
Chankillo, Lembah Chasma, Peru.
Foto udara dari Kompleks Arkeoastronomi Chankillo, Lembah Chasma, Peru. Komplek ini merupakan salah satu Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO 2020-2021. Foto: Municipalidad Provincial de Casma © IDARQ
Jakarta -

Ada banyak jejak peradaban dan budaya dunia yang bisa kita pelajari dari berbagai tempat di dunia. Situs-situs tersebut dikumpulkan dan ditelaah lebih jauh untuk terdaftar sebagai salah satu United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) World Heritage Site atau Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Per 2020-2021, UNESCO menobatkan 34 situs warisan dunia terbaru. Sebanyak 29 situs menjadi Situs Warisan Budaya Dunia dan 5 situs menjadi Situs Warisan Alam Dunia UNESCO.

Penasaran situs apa saja yang masuk daftar tahun ini? Berikut di antaranya.

Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO 2020-2021

1. Kompleks Arkeoastronomi Chankillo

Foto udara dari Kompleks ArkeoastronomiChankillo, Lembah Chasma, Peru.Foto udara dari Kompleks ArkeoastronomiChankillo, Lembah Chasma, Peru. Foto: Municipalidad Provincial de Casma © IDARQ

Kompleks Arkeoastronomi Chankillo, Peru merupakan inovasi instrumen penanggalan kalender matahari yang berdiri sejak tahun 250-200 Sebelum Masehi. Komplek arkeoastrologi ini bekerja menggunakan siklus matahari dan cakrawala buatan untuk menandai titik balik matahari, ekuinoks, dan tanggal lainnya dalam setahun.

Penanggalan dengan instrumen arkeoastronomi Chankillo punya ketepatan 1-2 hari, lho. Dengan demikian, situs bersejarah di area gurun Lembah Casma, Peru ini merupakan salah satu bukti puncak evolusi sejarah panjang praktik astronomi.

2. Koloni Kebajikan

Koloni Kebajikan untuk pengentasan kemiskinan di  Belanda dan Belgia abad 19 M.Koloni Kebajikan untuk pengentasan kemiskinan di Belanda dan Belgia abad 19 M. Foto: Siebe Swart © RCE

Koloni Kebajikan atau Colonies of Benevolance merupakan jejak eksperimen reformasi sosial di abad 19 di Belgia dan Belanda untuk mengentaskan kemiskinan di perkotaan dan di tingkat nasional. Caranya, sejumlah pemukiman pertanian didirikan di daerah pelosok sejak tahun 1818, dan orang-orang kota diminta tinggal di sana.

Saat itu, berdiri sejumlah daerah pemukiman untuk tiga kelompok warga, yaitu Frederiksoord-Wilhelminaoord dan Veenhuizen di Belanda, dan Wortel di Belgia. Frederiksoord-Wilhelminaoord diisi oleh "Orang Bebas" yang diberi fasilitas area pertanian dan perumahan lengkap dengan tanaman.

Sementara itu, area Wortel terdiri atas dua bagian. Satu untuk "Orang Bebas", satu lagi untuk pengemis dan gelandangan yang disebut "Orang Tidak Bebas". Adapun area Veenhuizen memiliki fasilitas asrama. Asrama Veenhuizen diisi anak yatim, pengemis, dan gelandangan yang bekerja di bawah pengawasan penjaga.

Di pertengahan abad 19, lebih dari 11.000 orang Belanda tinggal di koloni semacam itu. Sementara itu, pada 1910, tercatat ada 6.000 orang Belgia yang hidup di koloni.

3. Perbatasan Kekaisaran Romawi - The Danube Limes

Kota Tua Passau di perbatasan Kekaisaran Romawi.Kota Tua Passau di perbatasan Kekaisaran Romawi. Foto: K. Leidorf © BLfD

Situs warisan budaya dunia UNESCO ini berdiri hampir sepanjang 600 km di perbatasan Kekaisaran Romawi - Danube di Austria, Jerman, dan Slovakia. Area perbatasan terdiri dari jalan, benteng legiun, pemukiman, benteng kecil, dan kamp sementara, yang dibuat sesuai topografi sekitar. Perbatasan Kekaisaran Romawi ini merupakan bagian dari perbatasan yang lebih besar dan melingkari Laut Mediterania.

4. Fresco Padua

Fresco di Kapel Scrovegni, Padua, Italia.Fresco di Kapel Scrovegni, Padua, Italia. Foto: © Comune di Padova Settore Cultura, Turismo, Musei e Biblioteche

Delapan komplek bangunan dan tempat ibadah di Walled City of Padua, Italia merupakan rumah bagi beragam fresco atau lukisan dinding yang dilukis sekitar tahun 1302-1397. Fresco tersebut dibuat oleh beragam seniman, di antaranya Giotto yang membuat fresco melingkar di Scrovegni Chapel. Karya Giotto tersebut menjadi menjadi jejak sejarah revolusi lukisan dinding, mural, dan representasi spasial dari abad ke-14.

5. Pos Dagang Dunia Quangzhou

Masjid Qingjing di Quangzhou, China, pos dagang dunia abad 10-14 M.Masjid Qingjing di Quangzhou, China, pos dagang dunia abad 10-14 M. Foto: Chen Yingjie © Quanzhou Maritime Silk Road World heritage Nomination Center

Masjid Qingjing, makam muslim, kantor administrasi, dok batu, tempat produksi keramik dan besi, jembatan kuno, pagoda, dan prasasti di Quangzhou, China menjadi bukti sejarah pos dagang dunia di Quangzhou, China di abad 10-14 M.

Kota maritim ini berjaya pada periode Song dan Yuan sebagai pusat perdagangan maritim di Asia. Quangzhou dikenal sebagai Zayton dalam naskah-naskah Arab dan Barat dari abad 10-14 M.

6. Area Pertambangan Roșia Montană

Area tambang bawah tanah Roșia Montană.Area tambang bawah tanah Roșia Montană. Foto: Ivan Rous

Roșia Montană, Rumania, merupakan area pertambangan emas bawah tanah Kekaisaran Romawi dari tahun 106 M. Di bawah area pegunungan yang indah, sekitar 500 ton emas didapat selama 166 tahun di situs warisan budaya dunia UNESCO ini. Tablet kayu peninggalan bangsa Romawi mencatat kegiatan pertambangan Roșia Montană, lengkap dengan situasi hukum, keadaan sosial-ekonomi warga pertambangan, demografi, hingga bahasa di sana.

7. Jalur Kuno Ḥimā

Seni batu di jalur kuno Hima, Arab Saudi.Seni batu di jalur kuno Hima, Arab Saudi. Foto: Dr Majeed Khan © SCTH

Area Budaya Himā di area gurun dan pegunungan Arab Saudi merupakan jalur karavan kuno di Peninsula Arab. Di berbagai area, terdapat bebatuan yang memuat karya seni batu dengan tema perburuan, flora, fauna, dan kehidupan dari 7000 tahun lalu sampai akhir abad ke-20.

Baik pejalan maupun tentara dari berbagai abad meninggalkan banyak tulisan dan gambar di batu-batu di Himā, yang kebanyakan masih utuh hingga hari ini. Tulisan-tulisan peninggalan perjalan dan bala tentara itu tertulis dalam banyak bahasa, mulai dari aksara Musnad, Arab, Arab Selatan, Thamudic, hingga Yunani.

Area Budaya Himā juga memiliki sejumlah objek peninggalan seperti tugu dan bangunan kuno dari batu, makam, alat batu, dan sumur kuno. Objek-objek ini di antaranya terletak di stasiun tol tertua di jalur kuno karavan di gurun. Sumur kuno Bi'r Ḥimā, salah satu objek peninggalan dari 3000 tahun lalu, masih mengeluarkan air segar.

Nah, ternyata peradaban dan kebudayaan sejak zaman prasejarah dan kerajaan punya teknologi dan penerapan ilmu pengetahuan yang enggak kalah mengagumkan ya dibandingkan dengan kehidupan modern sekarang. Situs warisan budaya dunia UNESCO mana yang ingin kamu kunjungi, detikers?



Simak Video "UNESCO Ungkap Alasan Situs Warisan Dunia Terancam Kehilangan Statusnya"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia