Aliando Syarief Alami OCD Sejak Kelas 2 SD, Kenali Gejalanya pada Siswa!

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 30 Jan 2022 18:00 WIB
Jakarta -

Artis Indonesia Aliando Syarief mengungkapkan dirinya mengidap OCD atau obsessive compulsive disorder sejak kelas 2 SD. Gangguan OCD ini mengakibatkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan dengan berulang-ulang. Jika tidak, pengidap OCD dapat merasa cemas, ketakutan, dan khawatir.

Dikutip dari Anxiety & Depression Association of America (ADAA), siswa yang menderita OCD dapat terlihat gemar melamun, tidak fokus, tidak terlihat punya minat, bahkan malas saat di sekolah. Pelajar yang mengidapnya bisa terlihat tidak konsentrasi, padahal sebetulnya sangat sibuk dengan gambaran OCD di kepala mereka yang membingungkan, membuat stres, dan terkadang menakutkan.

Di sekolah, siswa-siswa ini juga bisa terlihat secara terang-terangan atau diam-diam melakukan sesuatu untuk meredakan perasaan tertekan mereka. Pada dasarnya, siswa yang pintar pun dapat mengalami OCD. Siswa yang mengidapnya bahkan umumnya punya kecerdasan lebih atau rata-rata.

Meski demikian, anak-anak tersebut tidak dapat memahami pelajaran sebagaimana yang lainnya, sebab fokus mereka seringnya tersita dengan hal kompulsif yang dialami. Bergantung pada tingkat keparahannya, sebagian murid bahkan bisa nyaris tidak mungkin fokus dan mengerjakan tugas sekolah.

Walaupun pada dasarnya mereka ingin berpartisipasi aktif dalam kegiatan di sekolah, mereka merasakan ada dorongan yang sangat memaksa untuk merespons gambaran obsesif mereka.

Tanda atau gejala siswa yang mengalami OCD

Menurut kacamata medis, gejala OCD pada anak-anak maupun dewasa terbilang luas dan tidak selalu terlihat terang-terangan. Perlu digarisbawahi juga bahwa peran para ahli sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis OCD.

Sebab, gejalanya dapat saling tumpang tindih dengan gangguan kecemasan, ADHD, serta dapat disangka sebagai sekadar perilaku buruk. Di samping itu, pengidap OCD dapat berganti obsesi dari satu hal ke yang lain, dengan kebiasaan berbeda dan gejala yang lebih parah atau bahkan tampak sudah sembuh.

Menurut jenis obsesinya, berikut ini beberapa tanda-tanda OCD pada anak-anak di sekolah:

1. Obsesi: takut kuman atau kontaminasi

Tindakan kompulsif:

  • Mencuci tangan/memakai antibakteri terus menerus
  • Menjaga area yang dianggap sebagai area bersih, contohnya meja
  • Menghindari permukaan yang kemungkinan telah disentuh orang lain, contohnya gagang pintu
  • Menghindari bermain atau berolahraga
  • Menghindari pemakaian kamar mandi
  • Mencari penegasan bahwa orang lain dan dirinya sendiri tidak sakit atau kotor
  • Menolak pinjam-meminjam barang (di luar kondisi pandemi)
  • Menolak makan di kafetaria/kantin
  • Menghindari produk-produk tertentu karena bisa jadi mengandung racun, misalnya zat yang digunakan dalam pelajaran kimia

2. Obsesi: ketakutan atas penyakit/kematian/bahaya akan menimpanya atau orang lain, takut menyakiti orang lain

Tindakan kompulsif:

  • Melakukan cek terus menerus, misalnya memeriksa berkali-kali apakah pintu sudah terkunci
  • Bertanya pada guru untuk meyakinkan diri bahwa mereka aman
  • Menghindari pergi ke tempat yang dirasa tak aman, contohnya area olahraga
  • Menghindari teman dan guru tanpa alasan karena takut menyakiti mereka.

3. Obsesi: rasa takut atau dorongan atas sesuatu yang berhubungan dengan angka

Tindakan kompulsif:

  • Menghitung, menyentuh, atau mengucapkan nomor tertentu karena percaya nomor tersebut membawa keselamatan
  • Menyentuh suatu benda selama hitungan tertentu dan tidak akan beranjak sampai hitungannya selesai
  • Membaca halaman tertentu di buku berulang-ulang
  • Keluar-masuk ruangan beberapa kali sampai merasa ' sudah ok' untuk memasuki ruangan tersebut
  • Tidak menggunakan nomor tertentu yang dianggap membawa sial.

4. Obsesi: keinginan berlebih untuk membuang, menyimpan, atau membeli barang dengan kelipatan tertentu

Tindakan kompulsif:

  • Menyimpan barang rusak, bungkus permen, atau hal-hal tidak berguna lainnya dan tidak dapat menyingkirkan barang-barang yang tak dibutuhkan
  • Menyimpan buku, mainan, dan sebagainya karena takut suatu saat nanti akan diperlukan
  • Membeli barang apa saja yang sudah disentuh orang lain, untuk menghindari orang yang lainnya lagi dari kontaminasi
  • Mengumpulkan barang di area tertentu karena dianggap telah terkontaminasi dan tidak bisa disentuh
  • Membeli beberapa barang yang sama dalam jumlah tertentu karena percaya angka ajaib.

Kenali gejala OCD yang lainnya >>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia