10 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Otak Jadi Lemot, Siswa Perlu Hati-hati Ya!

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 17 Jan 2022 16:30 WIB
Malas gerak
Foto: Shutterstock/Ilustrasi Rebahan
Jakarta -

Seringkali tiba-tiba kita merasa lamban dan lupa terhadap sesuatu yang biasa dilakukan. Padahal kita sudah berusaha maksimal untuk fokus dan mengerahkan kemampuan otak.

Kondisi seperti itu bisa jadi bukan karena aktivitas kita seperti bekerja atau belajar. Melainkan kebiasaan buruk yang sering kita abaikan sehingga bisa menurunkan fungsi otak.

Lantas apa saja kebiasaan buruk tersebut? Berikut rangkumannya dikutip dari CNN Indonesia dan sumber lainnya.


10 Kebiasaan yang Bikin Otak Lemot


1. Rebahan Sepanjang Hari

Salah satu kebiasaan yang muncul selama pandemi adalah kebiasaan berbaring atau rebahan seharian tanpa melakukan aktivitas fisik. Tak terkecuali para siswa atau pelajar lain yang sering melakukannya.

Tentu hal ini jika dilakukan sesekali untuk mengistirahatkan fisik tidak menjadi persoalan, namun saat rebahan jadi kebiasaan, hal itu tidak akan baik buat otak.

Scott Schreiber, ahli rehabilitasi tubuh sekaligus direktur klinik MN Spine and Sport menyarankan untuk menghindari kebiasaan ini dengan cara mencoba aktivitas baru dan mencari tantangan lain.

2. Kurang Tidur

Tidak hanya rebahan, kebiasaan lain yang juga banyak dialami anak-anak di bawah usia 25 tahun sekarang adalah terjaga hingga larut malam.

Alhasil mereka jadi kekurangan waktu tidur. Padahal kurang tidur juga dapat berpengaruh terhadap fungsi otak dan dapat membuat lesu dan mudah lupa.

Lebih parahnya, jika kebiasaan ini dilakukan dalam waktu yang lama maka berpotensi buruk pada kesehatan mental.

3. Kekurangan Cairan

Seperti yang diketahui, tubuh manusia terdiri dari 70 persen air, sehingga konsumsi air yang cukup, sangat penting bagi tubuh, termasuk menjaga fungsi otak. Cobalah untuk mulai membiasakan minum air dengan membawa tempat minum ke mana-mana agar tidak dehidrasi.

4. Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal terbaru Nature Neuroscience menunjukkan bahwa manusia akan kehilangan fungsi otak jika sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi.

Profesor Bryce Vissel, direktur pusat ilmu saraf di Universitas Teknologi Sydney, mengatakan studi terbaru ini menunjukkan bagaimana garam menyebabkan disfungsi kognitif.

"Ini menunjukkan bahwa garam menyebabkan perubahan kekebalan yang mendalam di usus yang efeknya menjadi autoimun pada otak," katanya.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Selain makanan tinggi garam, kebiasaan lain yang harus dihindari adalah mengonsumsi terlalu banyak gula. Hal itu karena sel-sel otak bisa mengalami peradangan.

Oleh karena itu, perlu mulai batasi konsumsi gula sejak dini. Meski sedang marak dengan minum-minuman boba dan es kopi kekinian, kamu tetap harus menguranginya atau bisa memilih yang sedikit gula.

6. Tidak Pernah Sarapan

Kebiasaan tidak pernah sarapan ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Karena melewatkan sarapan dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi rendah. Hal ini bisa berpengaruh pada fungsi otak. Bisa menyebabkan otak menjadi kurang responsif, dan sulit fokus.

7. Merokok

Banyak penelitian dan studi yang menunjukkan bahwa merokok dapat merusak fungsi otak. Terutama saraf di area otak yang mengatur keseimbangan, dan fungsi motorik. Maka dari itu, perlu untuk mulai meninggalkan kebiasaan merokok jika tak ingin merusak fungsi otak lebih jauh.

8. Menggunakan Headset/Earphone dengan Keras

Dalam sebuah penelitian terhadap 639 orang dewasa berusia 36 hingga 90 tahun, gangguan pendengaran ringan dikaitkan dengan kemungkinan demensia yang hampir dua kali lipat.

Nicholas Reed, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg mengatakan perlu hati-hati ketika mendengarkan suara yang terlalu keras. Dia juga menyarankan untuk menjaga jarak dari suara bising yang dapat merusak fungsi otak dalam jangka lama.


9. Tidak Memiliki Tujuan

Jika kamu merasakan kurangnya tujuan, bantulah otak kamu dengan menerima beberapa tanggung jawab baru, kata Carla Marie Manly, psikolog klinis di Santa Rosa, California.

"Temukan peluang baru dengan menggunakan waktu seperti menjelajahi proyek yang menarik, menjadi sukarelawan, atau bepergian," katanya.

10. Stres

Tidak banyak yang tahu bahwa stres merupakan kondisi yang rentan karena bisa memicu kerusakan fungsi otak. Bahkan stres juga bisa membuat kemampuanmu untuk belajar dan mengingat menjadi sulit.

Maka dari itu, sebisa mungkin perbaiki kondisi mood-mu secara teratur, dengan bercerita ketika ada persoalan, tidak menyalahkan diri atas keadaan, dan melakukan hal positif.

Nah, itulah 10 kebiasaan yang dapat membuat otak jadi lemot. Mulai sekarang siswa harus hati-hati, ya!



Simak Video "Satgas Pastikan Ramadhan Tahun Ini Normal Seperti Dulu, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(faz/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia