Viral Video Tendang Sesajen, Dosen UB Sebut Bukan Cara Dakwah Wali Songo

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 15 Jan 2022 09:00 WIB
pria tendang sesajen
Foto: Tangkapan layar
Jakarta -

Video pria menendang sesajen di lokasi bencana gunung Semeru beberapa waktu lalu menjadi viral di media sosial. Pria dalam video tersebut mengenakan penutup kepala dan rompi.


"Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," ucap pria di video tersebut.

Sedetik kemudian, tangan pria itu bergerak membuang sesajen buah dan menendang sesajen nasi. Diketahui penendang sesajen tersebut bernama Hadfana Firdaus dan telah diamankan polisi.

Merespon peristiwa tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) Akhmad Muwafik Saleh mengatakan dalam pendekatan komunikasi dakwah hal itu kurang tepat dan jauh dari sikap bijaksana.

Ia juga mengatakan apa yang dilakukan Hadfana tidak mencerminkan dakwah wali songo.

"Dari sinilah kita kemudian memahami mengapa dakwah wali songo lebih mengedepankan sikap toleransi atas keberagaman keyakinan masyarakat Jawa saat itu," kata Muwafik melansir dari laman UB.

Muwafik menjelaskan masyarakat Jawa memang kental akan kebudayaan sesajen namun saat berdakwah wali songo tidak serta merta menyalahkan atau mengatakan hal buruk terhadap budaya itu. Wali songo melakukan pendekatan dakwah yang menggabungkan budaya dan Islam seperti menggunakan wayang dalam berdakwah.

Jika wali songo membuang atau menendang sesajen seperti yang dilakukan Hadfana tentu respon masyarakat yang muncul adalah penolakan terhadap agama Islam. Padahal tujuan Wali Songo adalah menyebarkan agama Islam dengan damai tanpa kekerasan.

"Kalau seperti itu pasti ada resistensi dari masyarakat tidak hanya pada keberadaan para pendakwah tersebut bahkan terhadap agama Islam," kata Muwafik.

Menurut Muwafik tindakan yang dilakukan Hadfana adalah bukti dari proses budaya dan pemahaman nilai Islam yang belum utuh.

"Pada sisi inilah peran dakwah perlu dilakukan. Jangan petentang petenteng dalam melakukan dakwah Islam dengan mudah menyalahkan orang lain, membid'ahkan pemahaman yang berbeda bahkan mengkafirkan setiap yang berseberangan," kata Muwafik.

Muwafik berpesan dalam berdakwah sebaiknya tidak mencela budaya-budaya yang sudah ada sejak dulu seperti sesajen.

"Karena sikap bijak dalam berdakwah tentu harus lebih diutamakan daripada semata menyampaikan pesan dakwah itu sendiri," kata Muwafik.



Simak Video "Permintaan Maaf Hadfana Firdaus Penendang Sesajen di Semeru"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia