Serial Layangan Putus Viral di Medsos, Begini Kata Dosen Unair

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 07 Jan 2022 15:30 WIB
Layangan Putus
Poster Layang Putus. Foto: Instagram/Anya Geraldine
Jakarta -

Potongan dialog seorang ibu, Kinan dalam serial Layang Putus menjadi viral di media sosial. "Terus kamu bawa dia ke Cappadocia. It's my dream, not her! My dream, Mas," kata Kinan.

Layangan Putus sendiri adalah serial yang menceritakan suami yang selingkuh. Melihat merebaknya fenomena tersebut, dosen sosiologi keluarga Universitas Airlangga, Sutinah menyoroti agar perempuan dapat berdaya dan pandai membaca tanda-tanda perselingkuhan.

Sutinah mengatakan, untuk mempertahankan pernikahan pasca perselingkuhan merupakan tugas yang berat. Hal itu dikarenakan perlu adanya usaha untuk membangun trust kembali.

Hal itu bukan hal yang mudah dilakukan untuk perempuan yang tersakiti. Selain itu, hal lain yang perlu disoroti adalah ideologi patriarki yang masih dominan dalam masyarakat.

"Suatu konstruksi sosial yang menganggap perempuan lemah dan mudah disakiti laki-laki, terlebih perempuan kerap ditempatkan di subordinat artinya hanya bisa patuh, padahal perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk membela diri," terang Guru Besar Fisip Unair tersebut yang dilansir dari laman Unair, Jumat (7/1/2022).

Sutinah juga mengatakan jika laki-laki cenderung mendominasi dalam suatu hubungan. Hal itu disebabkan, ia merasa gajinya tinggi, pergaulannya luas, merasa mampu, dan tak segan mencoba selingkuh.

Perempuan harus bisa membaca tanda-tanda perselingkuhan tersebut dan berani untuk mengungkapkannya.

"Melek diselingkuhin, yang biasanya pulang kantor jam segini, yang biasanya cara berpenampilannya begini tiba-tiba trendy, dan kepribadian lainnya yang menonjol dari keseharian," kata Sutinah.

"Itu perempuan harus berani dalam menghadapi situasi ini, berani mengungkap bahwa perselingkuhan itu termasuk tindakan menyimpang," tambah Sutinah.

Adapun, seseorang yang sudah berselingkuh memiliki potensi untuk berselingkuh kembali. Selain itu perselingkuhan adalah perilaku menyimpang yang menguntungkan dari sisi waktu.

Menurut Sutinah, selingkuh tidak hanya berbicara mengenai seksual saja, namun ada kepuasan lainnya.

Lebih lanjut, alasan perempuan kerap mempertahankan rumah tangga pasca diselingkuhi berkali-kali adalah faktor ekonomi. Dalam rumah tangga perempuan cenderung bergantung pada laki-laki.

"Saya kira keluarga itu perlu membangun bahagia setara, pekerjaan domestik tidak harus semua dikerjakan perempuan, hanya di rumah saja, performanya jadi tidak karuan. Kemudian laki-laki jadi pergi, mencari tempat idaman yang lain," kata Sutinah.

Agar tidak mudah menjadi korban selingkuh, Sutinah menekankan agar perempuan berdaya. Hal itu dapat dilakukan dengan hadir di ruang publik serta melek literasi agar tidak mudah dibodohi.



Simak Video "Ciri-ciri Pasangan Kamu Selingkuh"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia