Dear Mahasiswa, Waspadai Kandungan Steroid Pada Skincare

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 03 Jan 2022 08:30 WIB
Beautiful asian woman cleaning her face, using cotton pads and cleansing product, looking at mirror in bedroom. Young attractive korean lady using face toner and cotton pad, home interior, empty space
Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Detikers apakah kalian hobi menggunakan produk perawatan kulit atau skincare? Jika iya maka ada hal yang harus diperhatikan. Apalagi saat ini jumlah produk skincare di Indonesia juga semakin berkembang.

Produk-produk skincare tersebut diklaim dapat memutihkan, mencerahkan, hingga menyembuhkan jerawat. Namun dalam memilih skincare sebaiknya kalian juga memeriksa kandungan komposisi yang terkandung di dalamnya agar dapat bekerja dengan maksimal sesuai kebutuhan kulit.

Nah, salah satu Kandungan yang harus diwaspadai yaitu steroid. Steroid sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan pada tubuh.

Menurut penjelasan dokter kulit Medhi Denisa Alinda yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya kandungan steroid dapat memberikan efek perubahan kulit dengan cepat.

"Salah satu efek yang ditimbulkan terhadap penggunaan steroid pada skincare adalah hipopigmentasi. Ini yang sering disalahgunakan dalam produk skincare sebagai pemutih," kata Medhi dalam keterangan tertulis Unair yang dikutip Minggu (2/1/2022).

"Padahal steroid topikal biasanya dipakai untuk penyakit dermatitis atopi, dermatitis kontak alergi, psoriasis vulgaris, dan lain-lain," tambah Medhi.

Jika digunakan secara terus menerus, steroid dapat berdampak pada kulit wajah.

"Bahayanya bisa menimbulkan efek samping seperti telangiektasis atau pembuluh darah yang kelihatan, wajah memerah, kulit menjadi lebih sensitif, striae atau munculnya guratan peregangan pada wajah," kata Medhi

Medhi juga menjelaskan selain kandungan steroid, bahan lain yang harus diperhatikan adalah merkuri dan hidroquinon.

"Merkuri ini dilarang dalam penggunaan untuk skincare. Sedangkan hidroquinon pemakaiannya harus sesuai dengan anjuran dokter kulit," kata Medhi.

Selain itu dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Unair ini berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih skincare apalagi jika produk tersebut dapat memberikan hasil yang cepat.

"Masyarakat harus mengecek terlebih dahulu kandungan yang ada pada skincare. Apabila menawarkan kulit yang cepat putih dalam waktu instan, ini patut diwaspadai yang mana itu merupakan efek hipopigmentasi dari steroid dan akhirnya mengakibatkan kulit wajah mudah memerah," terang Medhi.

Jika para pengguna skincare merasakan efek samping yang telah disebutkan di atas harap menghentikan penggunaan skincare https://www.detik.com/tag/skincare tersebut. Ia juga menyarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kulit.



Simak Video "Tanda-tanda Kamu Harus Setop Pakai Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia