Mengenal Metaverse, Konsep Dunia Digital Masa Depan yang Canggih

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 30 Des 2021 18:30 WIB
Ilustrasi Metaverse
Foto: iStockphoto/Metaverse
Jakarta -

Metaverse adalah sebuah konsep masa depan dalam dunia teknologi. Istilah metaverse ramai diperbincangkan di media sosial tak lama setelah CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengubah nama induk perusahaan Facebook menjadi Meta Platforms Inc. (Meta).


Secara etimologis, metaverse berasal dari kata 'meta' yang berarti 'melampaui' dan 'verse' yang berarti 'alam semesta'. Sehingga metaverse dapat diartikan sebagai sebuah ruang berisi materi yang melampaui semua hal yang terlihat di dunia ini.

Sementara menurut Coinmarketcap, metaverse adalah ruang virtual yang diciptakan sebagai versi digital dari berbagai aspek yang ada di dunia nyata, baik itu interaksi antara manusia maupun fungsi ekonomi. Ada beberapa hal yang menarik terkait metaverse, berikut penjelasannya


1. Istilah metaverse sudah ada sejak 1992


Meski banyak dijelaskan dan dikenalkan oleh Mark Zuckerberg, namun istilah metaverse bukanlah hal baru. Istilah ini sudah dikenal sejak tahun 1992.


Orang pertama yang menciptakan istilah metaverse itu adalah Neal Stephenson. Dia menyebut metaverse pada novelnya di tahun 1992 yang berjudul Snow Crash.


Dalam novel tersebut, istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan. Menurut pakar Kajian Media Universitas Airlangga (Unair) Rachman Ida, konsep metaverse sendiri merupakan perkembangan dari konsep yang telah ada sebelumnya.


"Konsep Metaverse bukan benar-benar baru, sebab pada tahun 2003 sudah ada dunia virtual bernama Second Life yang menawarkan adanya konsep virtual community yang dibuat dengan maksud menghubungkan orang tanpa harus bertemu secara langsung," ungkap Ida dikutip dari laman Unair.


Keberhasilan Second Life sendiri sudah terlihat saat perusahaan sekelas International Business Machine Corporation (IBM), serta ratusan perusahaan lainnya saling mendirikan kantor virtual di sana.


2. 'Kehidupan' di dunia Metaverse


Melansir laman CNBC Indonesia, metaverse secara lebih singkat bisa dianggap sebagai internet yang diberikan dalam bentuk 3D. Jika selama ini kehidupan manusia di media sosial hanya bertatapan di layar maka, Zuckerberg menggambarkan metaverse sebagai lingkungan virtual yang bisa dimasuki lebih real secara 3D.


Bisa dikatakan itu adalah komunitas virtual yang saling terhubung di mana, orang-orang dapat bekerja, bertemu, bermain dengan menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality (AR), aplikasi smartphone dan atau perangkat lainnya.

3. Bisa pergi ke konser hingga kantor virtual


Lebih menariknya lagi, di dunia metaverse, pengguna bisa melakukan hal-hal seperti pergi ke konser virtual, melakukan perjalanan online, membuat atau melihat karya seni dan mencoba pakaian digital untuk dibeli.


Bahkan menurut Zuckerberg, metaverse bisa menjadi sistem baru dalam dunia kerja seperti shift atau work from home di tengah kondisi pandemi COVID-19. Berbeda dengan bekerja secara virtual dengan panggilan video, di metaverse karyawan bisa bergabung bersama di sebuah kantor virtual.


Bagaimana detikers? Tertarik untuk mencoba metaverse di masa depan?



Simak Video "Meta Akan Ambil Komisi Hampir 50% di Metaverse"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia