Mahasiswa Unair Raih Medali Emas di PON, Seperti Apa Kisahnya?

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 08 Okt 2021 12:30 WIB
Alisya meraih medali emas
Foto: Unair
Jakarta -

Prestasi membanggakan datang dari salah satu mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), salah satunya mahasiswanya Alisya Mellynar berhasil meraih medali emas kategori olahraga wushu di PON Papua 2021.

Alisya sendiri merupakan mahasiswa D4 Pengobat Tradisional, Fakultas Vokasi (FV). Menurut Alisya perolehan medali emas ini merupakan pengalaman pertama baginya.

Ia mengungkapkan tidak menyangka akan membawa pulang medali emas. Ia merasa senang karena berhasil meraih medali emas pada ajang PON Papua 2021.

"Ini merupakan kali pertama bagi saya mengikuti PON, sehingga saya juga tidak memiliki target untuk berhasil naik podium," tutur mahasiswa angkatan 2019 tersebut yang dikutip dari laman Unair.

Alis juga bercerita sebelum mengikuti olahraga PON, ia rutin menjalani latihan baik pada tingkat daerah di Surabaya maupun pada program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dilaksanakan di Jakarta.

Alis juga bercerita alasannya mengikuti wushu berawal dari ajakan kakak sepupunya. Ia memulai wushu saat usianya masih 10 tahun. Setelah tiga tahun berjalan pada tahun 2014, ia mulai serius menggeluti wushu dan berhasil memperoleh peringkat empat pada ajang kompetisi di Yogyakarta.

"Awalnya memang hanya ikut kakak sepupu, tetapi orang tua terus mendukung saya dan selalu mengantar saya latihan hingga tiga tahun berlalu saya memutuskan untuk lebih serius karena saya juga ingin menjadi anak yang berguna bagi orang tua," ujar Alis.

Sebelum berhasil meraih medali emas di PON Papua 2021, Alis juga menjadi juara pada ajang olahraga lain.

Pada tingkat nasional prestasi yang ia raih yaitu pada ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) Wushu Junior dan Senior di Semarang tahun 2017, Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X) di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018, serta Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Babak Kualifikasi PON 2020) di Bangka Belitung.

Sedangkan di tingkat internasional, ia berhasil meraih juara di ajang International Borneo Martial Arts Open, Sibu, Malaysia tahun 2017 dimana ia memperoleh satu emas dan satu perak. Selain itu, ia juga berhasil memperoleh dua emas pada 3rd World Taijiquan Championships, Burgas, Bulgaria tahun 2018.

"Dalam setiap kompetisi saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pelatih dan orang tua saya, namun terkadang keinginan saya tersebut juga menjadi beban tersendiri bagi saya," terang Alis.

Menurut Alis rahasia untuk memenangkan ajang PON Papua 2021 adalah berusaha sepenuhnya dan tidak setengah-setengah.

"Menurut saya, ketika telah memutuskan untuk menggeluti sesuatu maka jangan memberikan usaha yang setengah-setengah. Ketika melakukan sesuatu tidak tulus dari hati maka hasil yang didapatkan juga tidak akan setinggi yang diharapkan," kata Alis.



Simak Video "Berkah PON XX, Potensi Pariwisata Papua Kini Mulai Terpetakan"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia