Ini Zahra Muzdalifah, Pemain Timnas RI yang Jadi Mahasiswa Binus di Usia 15 Tahun

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 29 Sep 2021 20:00 WIB
Zahra Muzdalifah
Foto: Instagram @zahmuz12/Ini Zahra Muzdalifah, Pemain Timnas RI yang Jadi Mahasiswa Binus di Usia 15 Tahun
Jakarta - Baru-baru ini, Timnas Indonesia Garuda Pertiwi mempersembahkan prestasi yang membanggakan. Tim ini berhasil menyingkirkan Singapura dan lolos putaran final Piala Asia Wanita 2022.

Namun, ada hal yang menarik pasca kemenangan tersebut. Pasalnya, salah satu pemain Garuda Pertiwi bernama Zahra Muzdalifah menanggapi para wartawan menggunakan bahasa Inggris. Ia pun banjir pujian atas kemampuannya.

"Sebenarnya aku kaget. Aku nggak tahu harus bilang apa, tapi aku sangat senang atas apa yang telah kita lakukan. Bukan hanya karena kita tim. Ada 11 pemain, pelatih, dan pihak resmi tentunya, juga ada keluarga di Indonesia dan orang-orang di luar sana yang selalu mendukung kami. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dari pertandingan pertama dan kedua, dan akhirnya kami berhasil karena dukungan mereka. Itu saja," ujar Muzdalifah dalam bahasa Inggris dikutip dari Twitter resmi PSSI pada Rabu (29/09/2021).

Karena kefasihan Zahra dalam berbahasa Inggris, dirinya pun banjir pujian warganet Twitter.

"Mantaaap English nya......anak muda yg punya visi luar biasa...jangan dulu main iklan sosis atau apalah ya..fokus ma karir nya dulu," tulis akun Roeslikellor.

"Luar biasa si Zahra ini selain jago main bola bahasa Inggrisnya pun lancar bgt," kata akun Lintang Jak Bekasi.

"Public speaking mantap, semoga sukses kak," tulis akun RYAN.

Selain fakta tersebut, ternyata pemain Timnas Putri Indonesia ini juga resmi menjadi mahasiswa pada usia yang sangat muda. Di luar lapangan hijau, dirinya bergabung dengan Binus University saat masih di usia 15 tahun. Zahra merupakan mahasiswa jurusan Mass Communication.

Dalam arsip laporan detikSport pada 2019 lalu, dikatakan bahwa Zahra menggeluti sepak bola dari ayahnya. Gadis kelahiran Jakarta, 4 April 2001 itu sudah merumput ke Eropa saat masih berusia 7 tahun.

Hal itu berawal dari ayahnya yang mengenalkan pada futsal saat berumur 7 tahun. "Jadi waktu umur 7 tahun, itu papa mengenalkan aku ke futsal awalnya," ujar Zahra.

Saat itu, ketika melihat ada bola di luar lapangan, ia menirukan gaya orang lain yang bermain futsal. Dan ini berlanjut hingga ia berumur 10 tahun.

Ketika berusia 10 tahun, kedua orang tuanya melihat potensi Zahra dan memasukkannya ke sekolah sepak bola (SSB) Patriot Merah Putih. Zahra bercerita bahwa kala itu dirinya adalah satu-satunya siswa perempuan di SSB tersebut.

"Jadi aku satu-satunya cewek sendiri yang ada di sana," terangnya. Kemudian, dirinya mengikuti berbagai kompetisi dan pindah sekolah sepak bola.

Zahra mengaku bahwa dirinya sebetulnya suka semua olahraga, tetapi sepak bola membuatnya merasa 'fun' dan tidak ada paksaan.


Zahra pernah mengikuti pertandingan di Norwegia, Singapura, dan Malaysia di tahun 2013 saat usianya baru 12 tahun. Dalam pertandingan di ketiga negara tersebut, ia menyabet juara pertama.

Pemain Timnas Putri Indonesia ini juga pernah diundang dalam kesempatan trial oleh salah satu tim sepak bola di Swedia. Bermula dari trial, hal ini berlanjut dengan tanda tangan kontrak.

Simak Video "Lebih Cinta Sepakbola, Pesepakbola Wanita Pilih Tinggalkan Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia