Daun Belimbing Wuluh Berpotensi Jadi Disinfektan Antikorosif, Ini Risetnya

Lusiana Mustinda - detikEdu
Jumat, 27 Agu 2021 09:30 WIB
Averrhoa bilimbi a.k.a. Kamias/Cucumber tree/Bilimbi; edible and medicinal fruit of South East Asia
Foto: iStock
Jakarta - Disinfektan antikorosif nantinya akan sangat bermanfaat untuk kedokteran gigi. Hal ini berhubungan dengan penggunaan cairan pembersih yang digunakan dokter gigi untuk membunuh bakteri.

Pembersihan kawat ortodonti lepasan dalam praktik kedokteran gigi yang dilakukan secara rutin dapat mencegah bakteri dan mikroorganisme penyebab infeksi silang. Akan tetapi penggunaan disinfektan berupa alcohol wipes yang biasa dipakai untuk pembersihan dapat menyebabkan korosi kawat ortodonti.

Dalam laman UGM, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Lucia Vania Puspita Ayuningrum mengatakan, "Korosi bisa membuat kawat lebih mudah patah dan memperpanjang durasi perawatan karena sifat mekanisnya yang menurun."

Melihat kondisi ini Lucia bersama dengan tiga rekannya dari FKG yaitu Emmanuela Wisya Kristianti, Salsabila Aulia Ramadhani, Sulvina Mara Dewi dan Muhammad Fakhrizal Ghani dari FKKMK berupaya mencari solusi atas persoalan tersebut. Mereka juga melakukan penelitian dengan memanfaatkan bahan alam yaitu ekstrak belimbing wuluh sebagai desinfektan antikorosif. Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Dr.drg Ananto Ali Alhasyimi, M.D.Sc., Sp. Ort.

Pemilihan belimbing wuluh sebagai bahan pembuatan desinfektan antikorosif didasarkan pada keberadaan tanaman ini yang jumlahnya cukup melimpah di Tanah Air. Selain mudah ditemukan, tanaman ini juga dapat tumbuh subur meski tidak memerlukan perawatan khusus untuk pertumbuhan dan pemeliharaan.

Belimbing wuluh memiliki banyak manfaat karena mengandung flavonoid saponin, triterpenoid dan juga tanin yang terbukti ampuh melawan bakteri. "Kandungan tanin dalam daun belimbing wuluh juga berguna sebagai zat antikorosi," jelas Lucia.

Mahasiswa UGM ini mengolah daun belimbing wuluh menjadi ekstrak melalui proses maerasi. Pertama-tama daun belimbing wuluh dikeringkan dengan oven kemudian dihancurkan hingga menjadi bubuk. Setelah dilakukan pengayakan pada bubuk daun kemudian bubuk direndam dalam larutan etanol selama 3x24 jam.

Selanjutnya bubuk yang sudah bercampur etanol diperas dan perasannya dimasukkan ke dalam vacuum evaporator lalu diuapkan supaya tersisa ekstrak daun belimbing wuluh 100 persen.

Ekstrak belimbing wuluh 100 persen diencerkan menggunakan larutan saline. Lalu, larutan ekstrak daun belimbing wuluh digunakan untuk merendam tissu wipes selama satu jam di dalam lemari pendingin kemudian tissue wipes sudah siap digunakan.

Dari penelitian tersebut, diketahui tissue wipes yang telah direndam dalam ekstrak daun belimbing wuluh terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Sraphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis.

Selain itu, kawat ortodonti lepasan yang telah diusap sebanyak dua kali menggunakan tissue wipes yang telah direndam ekstrak daun belimbing wuluh juga terbukti mampu menghambat korosi.

"Disinfektan dari ekstrak daun belimbing wuluh ini tak hanya terbukti ampuh membunuh bakteri dan tidak menyebabkan korosi. Namun, disinfektan tersebut juga mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan," tegas Aulia.

Mereka berharap penelitian yang telah dilakukan bisa menjadi dasar dalam pengujian klinis untuk disinfektan antikorosif alami berbahan ekstrak daun belimbing wuluh. Dengan begitu dapat menghadirkan alternatif disinfektan yang aman, antikorosif, dan ramah lingkungan.



korosif

dokter gigi

Simak Video "Alasan PDGI Minta Dokter Gigi Tutup Praktik di Masa PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia