ADVERTISEMENT

5 Tips Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak dari Dosen FKG Unair

fahri zulfikar - detikEdu
Sabtu, 31 Jul 2021 13:07 WIB
Teenager boy patient at the dentist. A boy with problem teeth sitting in a dental chair
5 Tips Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak dari Dosen FKG Unair (Foto: Getty Images/iStockphoto/davit85)
Jakarta -

Kesehatan gigi pada anak seringkali disepelekan oleh banyak orang tua. Padahal gigi berlubang menduduki urutan pertama sebagai penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah di Indonesia.

Hal ini penting bagi orang tua untuk untuk peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Dengan kesehatan gigi dan mulut yang terjaga dengan baik, dapat menunjang aktivitas dan tumbuh kembang di kemudian hari.

Dosen kedokteran gigi anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair) drg. Tania Saskianti, Sp.KGA., Ph.D mengatakan bahwa gigi berlubang atau karies merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dalam rongga mulut dan juga karena makanan manis atau asam.

"Sebenarnya sejak bayi lahir itu sudah ada bakteri baik dan jahat dalam mulutnya. Namun kedua jenis bakteri ini harus seimbang agar kesehatan gigi dan mulut anak tetap terjaga," ungkap dr Tania seperti dikutip detikEdu dari laman resmi Unair (31/7).

Sebagai Dokter Spesialis Gigi Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Tania memberikan tips kepada para orang tua untuk mencegah gigi berlubang pada anak.

5 tips cegah gigi berlubang pada anak:

1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari

Menurut drg. Tania yang paling penting adalah sikat gigi sehari dua kali pada waktu yang tepat yaitu sebelum tidur malam dan setelah sarapan pagi.

Menggosok gigi sebelum tidur sangat dianjurkan karena saat tidur selama delapan jam tidak terdapat air saliva (air ludah) pada mulut anak.

"Jika bakteri tidak segera dihilangkan saat sebelum tidur, maka akan membuat rongga mulut menjadi asam dan menyebabkan gigi berlubang," terangnya.

Namun, apabila ingin ingin sikat gigi di tengah-tengah dua waktu tersebut, menurut drg. Tania tidak apa-apa dilakukan, yang penting sikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan harus dilakukan.

2. Pemilihan Pasta Gigi

Bagi anak yang sudah bisa berkumur (biasanya usia 2 tahun ke atas) dianjurkan memakai pasta gigi yang mengandung fluoride. Sebab, kandungan fluoride dapat menguatkan gigi.

Namun drg Tania tidak menganjurkan terlalu banyak penggunaan pasta gigi agar kandungan fluoride tidak tertelan.

Adapun besar penggunaan pasta gigi untuk anak usia 6 tahun sebesar biji kedelai dan untuk anak di atas 6 tahun sebesar biji jagung. Kemudian, untuk anak-anak yang belum bisa berkumur jangan diberikan pasta gigi yang mengandung fluoride.

"Fluoride yang masuk ke tubuh dalam jumlah banyak akan menjadi toksik. Cuma memang karena untuk pencegahan, kandungan fluoride pada pasta gigi anak itu sedikit, jadi tidak berbahaya jika sesekali tertelan," jelas dokter yang telah mengabdi delapan tahun di RSIA itu.

3. Perhatikan Durasi Menggosok Gigi

Salah hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah gigi berlubang pada anak adalah cara anak menggosok gigi dan durasinya.

Menurut drg Tania, cara menggosok gigi yang benar yaitu tiga putaran untuk satu regio. Jika terlalu cepat maka akan menjadi tidak bersih. Sebaliknya jika terlalu lama akan mengakibatkan abrasi dan melukai permukaan gigi.

"Kadang pada anak mungkin belum terlihat jika terjadi abrasi, namun kalau sudah dewasa biasanya mengeluh gigi linu padahal tidak ada lubang, itu disebabkan karena durasi sikat gigi yang lama," ujarnya.

Poin penting berikutnya yang jarang diketahui oleh orang tua adalah soal bagaimana menyikat gigi.

Klik Halaman Selanjutnya untuk Membaca



Simak Video "Cara Kerja Mesin Suction Gigi GL Dexin+ yang Diklaim Cegah Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia