Perjalanan Chai Jadi Software Engineer Google, Awalnya Ingin S2 di Luar Negeri

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 24 Agu 2021 19:45 WIB
Chairuni Aulia Software Engineer Google Jerman
Foto: Dokumen Pribadi Chairuni Aulia
Jakarta - Sebagai salah satu perusahaan raksasa di dunia, tentunya tak mudah untuk diterima menjadi bagian dari Google. Namun, Chairuni Aulia Nusapati, atau yang akrab dipanggil Chai berhasil menembus perusahaan tersebut.

Chai kini merupakan seorang Software Engineer Google di Jerman. Ia saat ini tinggal di Munich.

Chai menceritakan perjalanannya hingga sampai ke Google melalui sebuah video kanal YouTube CXO Media, yang diunggah pada Minggu (22/04/2021).

Dirinya pindah ke Jerman sejak dua tahun yang lalu. Pada awalnya, Chai tidak benar-benar menjadikan Google sebagai tempat impiannya.

"Kalau ditanya, apakah masuk Google, perusahaan di luar negeri yang alhamdulillah cukup besar juga, apakah mimpi aku atau bukan. Jawabannya sih, awalnya nggak," ujar Chai.

Chairuni Aulia Software Engineer Google JermanChairuni Aulia Software Engineer Google Jerman Foto: Dokumen Pribadi Chairuni Aulia, CXO Media

Chai mengaku bahwa pada mulanya ia sudah sempat bekerja di Indonesia dan justru ingin ke luar negeri untuk melanjutkan studi magister. Karena banyak senior di perusahaan sebelumnya yang kuliah S2 di luar negeri, ia pun tertarik.

Chai bercerita sudah sempat mendaftar ke beberapa universitas, salah satunya di New York University, Amerika Serikat. Kendati demikian, ia mengaku mendapati banyak halangan ketika proses mendaftar kuliah di luar negeri.

"Kayak misalkan aku mau tes, terus test score-nya kurang. Habis itu aku harus ulang lagi sampai tiga kali," jelasnya.

"Pas udah lagi mumet-mumetnya nih, aku mikir nih. Eh, sebenarnya pindah ke luar negeri tuh, apa sih, yang dicari," imbuh Chai.

Chai mengatakan, setelah memikirkan hal tersebut, rupanya ia menemukan bahwa yang ia inginkan cenderung pada pengalaman untuk tinggal di luar negeri. Dirinya ingin tahu bagaimana cara pikir, cara bekerja, dan cara hidup penduduk di luar negeri, khususnya di negara maju.

Berawal dari sana, Chai mencari berbagai kesempatan melalui LinkedIn hingga akhirnya dihubungi oleh seorang perekrut dari Singapura.

Menurutnya, hal yang paling spesial dari menjadi karyawan Google adalah mengetahui bahwa perubahan-perubahan kecil yang ia lakukan dapat berpengaruh bagi milyaran orang. Ia mengaku merasa benar-benar menjadi bagian dari dunia.

"Karena penggunanya banyak sekali, tidak hanya mempengaruhi seribu orang atau 20 ribu orang. Tapi mempengaruhi milyaran orang," sebut Chai.

Di samping itu, Chai menyatakan bahwa dirinya kini belajar memahami budaya dan kebiasaan lain. Sehingga ia lebih menghargai hidup.

Chairuni Aulia Software Engineer Google JermanChairuni Aulia Software Engineer Google Jerman Foto: Dokumen Pribadi Chairuni Aulia, CXO Media

Melalui pengalamannya bekerja di Google, Chai mengaku senang dapat melihat proses inovasi yang dipakai di dunia. Ia menyatakan bahwa pengalaman ini juga akan sangat menarik apabila kelak ia kembali ke Indonesia.

Meski sudah mencapai salah satu perusahaan termasif di dunia, Chai memaparkan bahwa Google bukanlah tujuan finalnya. Baginya, mimpi seharusnya dibuat secara bertingkat dan dicapai satu-persatu.

Ada tiga hal yang bagi Chai penting ketika berusaha mencapai sesuatu, yakni tetap bekerja keras, tidak hanya fokus pada satu kesempatan, dan tetap berbuat baik dalam prosesnya. Ia menjelaskan bahwa yang terakhir dikarenakan, ketika cita-cita sudah tercapai, pasti ada banyak dukungan dari orang lain serta supaya dampaknya juga kembali pada diri sendiri.

Software Engineer Google ini turut berpesan, "Saat mengejar mimpi, jangan seperti memakai 'kacamata kuda' sehingga terlalu fokus terhadap mimpi tersebut dan tidak melihat kesempatan-kesempatan lain yang sama baiknya."

Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia