Fintech Ini Bantu Modal UKM Sarana Pendidikan di Platform SIPLah

Khoirul Anam - detikEdu
Senin, 19 Jul 2021 14:16 WIB
Pintek
Foto: Dok. Pintek
Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memaksimalkan teknologi dalam pembelanjaan uang negara untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melalui platform Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah), sekolah bisa melakukan pengadaan barang dan jasa secara online.

Diketahui, dana BOS diberikan ke satuan pendidikan guna memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dana tersebut digunakan untuk keperluan sekolah, seperti meningkatkan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat multimedia untuk menunjang pembelajaran.

Merujuk dari Juknis Pengelolaan Dana BOS Reguler 2021 yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021 diketahui pemerintah akan menyalurkan dana hingga Rp 52,5 triliun ke 216.662 sekolah.

Besaran Dana BOS 2021

BOS yang diterima setiap satuan pendidikan memiliki besaran yang berbeda-beda. tergantung tingkatan sekolah serta jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Selain itu, perbedaan nilai satuan dana BOS setiap sekolah tergantung dari daerahnya.

Dalam hal ini, dana BOS dihitung melalui dua metode, yaitu Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik dan Indeks Besaran Peserta Didik (IPD) yaitu berdasarkan jumlah peserta didik per sekolah yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pasalnya, ada sejumlah daerah yang kesulitan mendapatkan bahan baku untuk membangun sekolah maupun penyedia jasa konstruksi. Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap operasional sekolah.

Oleh karena itu, semakin sulit letak geografisnya, semakin tinggi pula IKK-nya. Dengan demikian, nilai satuan dana BOS juga akan lebih tinggi.

Berikut adalah rincian besaran dana BOS 2021 yang diberikan ke sekolah-sekolah di Indonesia, di antaranya Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 900.000-Rp 1.960.000, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 1.100.000-Rp 2.480.000, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp 1.500.000 - Rp 3.470.000, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) senilai Rp 1.600.000-Rp 3.720.000, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) senilai Rp 3.500.000-Rp 7.940.000.

Diketahui, kewenangan penggunaan dana BOS diberikan 100 persen kepada pihak sekolah. Dana BOS yang sudah digunakan pun harus dilaporkan melalui laman bos.kemdikbud.go.id. Apabila pihak sekolah tidak mengirimkan laporan, dana BOS untuk tahap selanjutnya tidak akan disalurkan.

Mekanisme Penggunaan Dana BOS

Seperti yang tertuang dalam Permendikbud No 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, satuan pendidikan yang mendapatkan dana BOS diharuskan untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di SIPLah melalui marketplace yang sudah bekerja sama, seperti Blibli, Blanja, INTI, Eureka, Pesona Edu, dan Toko Ladang. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses PBJ. Selain itu, pemerintah bisa lebih mudah mengawasi penggunaan dana BOS dari satuan pendidikan.

Diketahui, SIPLah merupakan platform milik Kemendikbud yang bertujuan untuk mempermudah PJB sekolah. Dengan begitu, sekolah dapat menggunakan layanan tersebut untuk membeli barang dan jasa secara daring.

Tak hanya itu, SIPLah juga memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha di bidang pendidikan baik usaha individu/toko, badan usaha (CV/PT), dan UKM. Melalui SIPLah, pelaku usaha memiliki peluang besar dalam mengembangkan bisnisnya.

Namun, bisnis memang tak selamanya dapat berjalan mulus. Ada saja kendala yang menjadi penghambat, salah satunya adalah masalah dana.

Untuk bisa memenuhi seluruh pesanan dari pihak sekolah, para vendor harus menyediakan dana cukup besar. Diketahui sekolah kerap memesan barang dalam jumlah banyak untuk keperluan pembelajaran.

Adapun untuk mendukung kondisi tersebut, Pintek menyediakan pendanaan bagi para vendor SIPLah dalam memenuhi kebutuhan belanja sekolah.

Pintek merupakan perusahaan finansial teknologi yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pintek memiliki misi untuk mendorong transformasi pendidikan melalui layanan keuangan.

Melalui produk Pendanaan PO/Invoice SIPLah dari Pintek, para pelaku usaha berkesempatan untuk mendapatkan dana mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar dengan bunga mulai dari 1,5%.

Proses pencairannya pun sangat cepat dengan hanya memakan waktu lima hari kerja setelah pengajuan disetujui. Pendanaan dari Pintek, bisa didapatkan dengan mengunjungi situs resmi Pintek. (ads/ads)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia