Bikin Pusing, 3 Masalah Pendanaan Pendidikan Ini Paling Sering Dialami

Nadhifa Sarah - detikEdu
Jumat, 09 Jul 2021 13:23 WIB
Pintek
Foto: Pintek
Jakarta - Dengan adanya perkembangan teknologi, pinjaman online berizin OJK menjadi salah satu solusi yang banyak dipilih untuk memenuhi kebutuhan setiap individu, mulai dari biaya pendidikan hingga modal usaha. Pasalnya, pinjaman online dikenal dapat memberikan kemudahan dengan prosedur yang tidak bertele-tele.

Walau begitu, masyarakat tetap harus cermat memilih pinjaman online agar tidak terjebak perusahaan fintech abal-abal yang bisa bikin keuangan berantakan lantaran bunga yang mencekik. Langkah pertama kali yang harus dilakukan yaitu memilih perusahaan fintech terpercaya yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech yang berizin OJK harus mengikuti seluruh peraturan yang sudah ditetapkan. Jika diketahui melakukan pelanggaran, OJK memiliki wewenang untuk mencabut izin usaha perusahaan tersebut.

Persoalan dana selalu menjadi masalah besar bagi banyak orang. Bahkan pinjam meminjam uang seakan sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia baik dengan keluarga, kerabat hingga perusahaan penyedia layanan keuangan.

Nah seperti yang dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah masalah pendanaan yang kerap dialami oleh masyarakat.

Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan yang kian meningkat memang menjadi masalah besar bagi para orang tua. Bahkan merujuk dari laman Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan naik 10% hingga 15% per tahunnya.

Hal itu disebabkan karena sektor pendidikan mengalami inflasi yang mencapai hingga 3,81%, khususnya untuk biaya uang pangkal. BPS juga mencatat bahwa biaya pendidikan menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi masyarakat. Kondisi tersebut itulah yang menjadi penyebab banyaknya anak yang putus sekolah lantaran tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar uang sekolah.

Sebagai contoh, biaya pendidikan di Universitas Indonesia tahun ajaran 2021/2022 S1 Reguler mencapai Rp 20 juta untuk rumpun Sains, Teknologi, Kesehatan pada program BOP-Pilihan. Itulah mengapa biaya pendidikan menjadi permasalahan terbesar yang dialami masyarakat sesudah kebutuhan hidup sehari-hari.


Modal Usaha untuk Vendor Pendidikan

Di era yang sudah serba digital memang memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat, salah satunya yaitu bisnis. Sayangnya, tak sedikit dari mereka yang terhambat dalam menjalankan bisnis karena tidak memiliki modal yang cukup.

Sebenarnya, bisnis memang tak melulu soal uang, tapi kamu tetap membutuhkan dana yang cukup agar usaha kamu berjalan lancar dan berkembang pesat. Terlebih jika bisnis yang kamu jalankan dalam partai besar seperti menjadi vendor pengadaan barang untuk satuan pendidikan yang kerap kali memesan barang dalam jumlah besar untuk keperluan pembelajaran.

Itulah kenapa modal usaha bisa dibilang menjadi hal yang sangat penting untuk para pelaku usaha demi kelangsungan bisnis mereka. Artinya, tanpa modal usaha yang memadai maka bisnis tidak dapat berjalan maksimal.

Mengembangkan Sarana dan Prasarana Lembaga Pendidikan

Memang tak sedikit yang beranggapan baik tidaknya pendidikan ditentukan oleh peserta didik. Namun, lembaga pendidikan juga harus memberikan fasilitas yang memadai dan sistem belajar mengajar yang baik agar anak dapat mudah menerima pembelajaran.

Bayangkan jika anak menempuh pendidikan di sekolah dengan gedung yang tidak layak atau tidak adanya alat pembelajaran yang mendukung. Tentu mereka tidak dapat belajar dengan maksimal. Oleh karena itu, pentingnya pihak institusi pendidikan memperbaiki sarana dan prasarana agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Sayangnya, tidak sedikit sekolah yang mengalami kesulitan dana untuk melakukan renovasi gedung sekolah, menyediakan fasilitas pembelajaran yang layak hingga meningkatkan kesejahteraan guru.

Pasalnya, untuk meningkatkan sarana dan prasarana tentu membutuhkan biaya yang sangat besar. Itulah mengapa masih terdapat sekolah yang memiliki gedung tak layak terutama di kota-kota kecil di Indonesia.

Dengan adanya kesulitan-kesulitan tersebut, salah satu solusi mengatasi masalah pendanaan adalah dengan mengajukan pinjaman online berizin OJK terbaik. Pintek sebagai perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi OJK bisa menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan pendanaan yang ditujukan untuk pendidikan.

Sesuai dengan misinya, yaitu mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia, Pintek berkomitmen untuk membantu masyarakat, satuan pendidikan maupun vendor pendidikan melalui layanan keuangan.

Pintek menyediakan pendanaan Modal Usaha untuk lembaga pendidikan dengan plafon hingga miliaran rupiah dan bunga flat per bulan mulai dari 0.9%. Dengan begitu, fasilitas yang memadai tentu kegiatan pembelajaran akan lebih optimal.

Totalitas dalam mendukung pendidikan di Indonesia, para vendor pendidikan juga dapat mengajukan pendanaan di Pintek melalui produk Pendanaan PO atau PO SIPLah. Menariknya, vendor pendidikan hanya perlu menjaminkan invoice atau PO yang diterbitkan pelanggan. Tak perlu khawatir soal bunga karena Pintek memberikan bunga efektif mulai 1,5% dengan tenor mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo PO.

Tak hanya itu, Bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk biaya pendidikan dapat mengajukan pendanaan Pintek Students. Dana tersebut bisa digunakan untuk membayar seluruh biaya sekolah seperti uang pangkal, SPP, uang semester hingga bimbingan belajar.

Para orang tua bisa mengajukan pendanaan mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 juta dengan tenor maksimal 24 bulan dan bunga mulai dari 0%.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait produk pendanaan di Pintek, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Pintek.

(ads/ads)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia