Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Bikin Kajian Jalur Rempah, Ini Hasilnya

Tim detikcom - detikEdu
Jumat, 11 Jun 2021 07:00 WIB
Sandiaga Uno memberi paparan dalam Simposium Amerika Eropa 2021 yang digelar PPI Dunia
Sandiaga Uno memberi paparan dalam Simposium Amerika Eropa 2021 yang digelar PPI Dunia Foto: Dok. PPI Dunia
Jakarta -

Perhimpunan Pelajar Indonesia Daerah Kawasan Amerika Eropa menginisiasi kajian mengenai program jalur rempah melalui Simposium Amerika Eropa (SAE) Iberia 2021 dengan mengusung tema Jalur Rempah Sebagai Jaringan Peradaban Global.

SAE merupakan acara tahunan yang tahun ini diselenggarakan secara online kolaborasi antara PPI Spanyol dan PPI Portugal. Nama Iberia diambil dari nama semenanjung Iberia yang terletak di Portugal dan Spanyol.

Koordinator PPIDK Amerika Eropa 2020-2021, Yitzhak Simatupang mengatakan SAE Iberia mencoba menyegarkan memoar terhadap kejayaan Indonesia pada abad ke-15. Kala itu kawasan Nusantara merupakan pusat dari perdagangan dunia.

"Harapannya dengan adanya SAE Iberia, kita mengingat lagi jalur rempah-rempah dan mengingat bagaimana besarnya perekonomian waktu itu," ujar Yitzhak dalam keterangannya, Kamis (10/6/2021).

Sebenarnya Direktorat Jenderal Kebudayaan telah meluncurkan program jalur rempah. Namun, lanjut Yitzhak program jalur rempah yang mulai hangat digaungkan pada tahun 2020 ini masih menimbulkan banyak miskonsepsi. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat mengenai program ini.

SAE Iberia 2021 digunakan untuk menyebarluaskan hasil kajian terkait jalur rempah yang telah dilakukan. Selain itu juga sebagai media untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai visi misi pemajuan budaya, ekonomi, dan riset Indonesia.

Ketua Tim Kajian SAE Iberia 2021 Yulianti Suryawardhani Yudo menyampaikan materi "Laporan Iberia 2021: Pemajuan Budaya Melalui Kesadaran Sejarah Jalur Rempah".

Laporan tersebut merupakan hasil kajian tim yang terdiri dari pelajar Indonesia di seluruh penjuru Eropa. Yulianti memaparkan perbedaan urgensi jalur rempah dimasa lalu dan masa kini.

"Di masa kini kita melihat jalur rempah sebagai program gotong royong untuk memajukan budaya Indonesia. Kita tidak lagi melihat jalur rempah sebagai komoditas, tapi kita bisa mengambil nilai-nilai yang masih relevan di masa kini," ujarnya Sabtu (5/6/2021).

Berdasarkan hasil kajian, terdapat tema-tema yang dapat menjadi fokus pemajuan Indonesia yaitu seni dan tradisi seperti Pemajuan Museum Indonesia, Pemajuan UMKM Indonesia, Pemajuan Gastronomi Indonesia, dan Pemajuan Riset Obat Herbal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menyampaikan pandangannya dalam SAE Iberia 2021. Sandiaga mengatakan masyarakat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk sukses pada bidang industri kreatif.
Pemerintah telah melakukan upaya untuk meningkatkan dan membangkitkan industri ekonomi kreatif yang terkena dampak negatif pandemi COVID-19. "Generasi milenial dapat menjadi agen perubahan dan ikut berkontribusi dalam industri ekonomi kreatif Indonesia," ujar Sandiaga.

Adapun Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Hilmar Farid menilai, jalur rempah dapat dijadikan kekuatan ekonomi berbasis pengetahuan lokal.

Ia juga mengatakan bahwa dengan adanya jalur rempah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dari masa lalu.

"Ingin mengembangkan pengetahuan melalui jalur rempah? Indonesia memiliki semuanya. Tetapi sharenya dikeseluruhan market itu sangat kecil. Jalur rempah itu kekuatan ekonomi berbasis pengetahuan lokal," paparnya.

Hilmar menjelaskan jalur rempah merupakan archipelago (penghubung) dan laut justru menjadi elemen penghubungnya. Dengan adanya jalur rempah, menurut hemat Hilmar dapat menghubungkan satuan masyarakat di berbagai wilayah.

"Jika melihat dari sejarah, rempah-rempah dan perdagangan sangat berkaitan erat. Jalur rempah lahir karena perdagangan antar pulau. Kunci jalur rempah adalah jalur pengetahuan," jelas Hilmar.



Simak Video "Dukung Dangdut Masuk UNESCO, Fitri Carlina Bikin Kafe di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia