3 Tips Bersepeda agar Terhindar dari Serangan Jantung Ala Ahli Jantung Unair

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 01 Jun 2021 09:00 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
Foto: Agung Pambudhy/Ilustrasi 3 Tips Bersepeda agar Terhindar dari Serangan Jantung Ala Ahli Jantung Unair
Jakarta - Bersepeda menjadi aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat untuk menikmati waktunya. Namun, kesalahan dalam bersepeda dapat menyebabkan serangan jantung lho.

Untuk itu, dosen sekaligus dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Meity Ardiana membagikan tips bersepeda yang tepat dan aman. Apa saja tipsnya?


Sebelum itu, perlu diketahui bahwa bersepeda sebenarnya memberi banyak dampak positif bagi tubuh manusia. Utamanya kesehatan jantung sebab bersepeda bisa menurunkan angka penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah jantung. Namun, bersepeda dengan cara yang tidak tepat dan berlebihan justru dapat mengundang efek buruk, salah satunya adalah Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak.

Menurut dr Meity, tiga penyebab utama SCD dapat terjadi di antaranya memiliki riwayat penyakit jantung koroner akut maupun kronis, terjadi aritmia atau gangguan irama listrik jantung di luar kendali, dan disfungsi jantung akibat penebalan otot jantung serta timbulnya jaringan parut pengganti otot jantung.

Lebih lanjut, dosen Unair tersebut menyebutkan seseorang yang tidak teratur melakukan aktivitas fisik memiliki risiko lebih tinggi mengalami SCD dari pada seseorang yang berolahraga secara rutin. Nah, berikut ini tips bersepeda yang tepat dan sehat ala ahli jantung Unair.

Tips Bersepeda Ala Ahli Jantung Unair

  • 1. Konsultasi dengan ahli jantung

Seseorang dengan risiko penyakit jantung diimbau untuk melakukan konsultasi dengan ahli jantung sebelum bersepeda.

"Individu yang berisiko dengan penyakit jantung maka dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli jantung," jelas dr Meity dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikEdu, Selasa (1/6/2021).

  • 2. Mulai secara bertahap

Dosen Fakultas Kedokteran Unair ini menyebut meskipun seseorang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung, untuk memulai bersepeda sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tahapan yang dimaksud mengacu pada FITT (frequency, intensity, time, type).
Untuk penjelasan frekuensi, misalnya sebagai awal memulai olahraga bersepeda bisa dilaksanakan tiga kali seminggu. Kemudian, bertahap ditingkatkan hingga dapat dilakukan setiap hari atau tujuh kali seminggu.

Sementara itu, untuk intensity artinya dalam olahraga bersepeda dimulai dari intensitas yang ringan dan menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Aspek time berikutnya, dijelaskan oleh dr Meity sebagai lama waktu yang dihabiskan untuk bersepeda juga harus dimulai secara bertahap.

Aspek yang terakhir adalah type. dr Meity memberi contoh, seseorang di awal hanya melakukan aerobic exercise seperti bersepeda. Namun dapat ditambah dengan tipe lain bila kemampuan individu sudah lebih baik, seperti resistance training yang digunakan untuk melatih kemampuan otot.

  • 3. Patuhi protokol kesehatan

Meskipun sedang bersepeda, dr Meity tetap mengingatkan untuk selalu menjaga jarak, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan. Menurut dr Meity, sebaiknya bila sedang bersepeda santai dianjurkan untuk menjaga jarak sejauh 10 meter.


Sebaliknya dengan kondisi kecepatan yang tinggi maka diimbau untuk menjaga jarak sejauh 20 meter. Nah, tips bersepeda yang tepat ala ahli jantung unair, jangan lupa dicatat ya detikers!

Simak Video "KuTips: Tips Bersepeda di Jalan Raya yang Perlu Kamu Tahu! "
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia