Apa Itu Uang Kripto? Ini Penjelasan Lengkap dari Dosen IPB

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 27 Mei 2021 12:03 WIB
uang kripto
Foto: Getty Images/da-kuk/Apa Itu Uang Kripto? Ini Penjelasan Lengkap dari Dosen IPB
Jakarta -

Uang kripto adalah mata uang virtual yang biasa digunakan untuk bertransaksi secara virtual. Transaksi uang kripto biasa dilakukan melalui jaringan internet.

Menurut Dosen Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB), Irfan Syauqi Beik, uang kripto memiliki beberapa kelemahan dalam hal regulasi dan syariah.

Selain itu, menurut Irfan uang kripto nilainya masih sangat volatile. Jika valuasi aset kekayaan mata uang tidak stabil, maka akan berdampak buruk bagi perekonomian.

"Ini adalah kelemahan paling mendasar. Uang kripto merupakan mata uang yang sangat voletil dari sisi nilai. Dari sini, ada potensi kerugian yang besar meskipun ada keuntungannya juga," ujar Irfan dalam rilis yang diterima dan ditulis detikEdu, Senin (27/5/2021).

Lebih lanjut, Irfan juga menjelaskan bahwa uang kripto berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum. Menurutnya, masih banyak yang menolak menggunakan uang kripto termasuk di Indonesia. Maka jika ada orang di Indonesia menggunakan uang kripto sebagai transaksi hal tersebut termasuk pelanggaran hukum.

Selain berpotensi bermasalah dalam masalah hukum, uang kripto juga belum bisa dimasukkan ke dalam bursa berjangka Syariah. Dalam transaksi syariah diperlukan adanya bukti fisik.

"Karena sifatnya virtual, maka akan sulit untuk memenuhi syarat fisik dalam bursa syariah yang diperdagangkan. Ada dua hal yang harus dikaji mengenai crypto currency. Dua hal tersebut ialah regulasi dan syariah," jelas Irfan.

"Dua hal ini perlu kita kaji, sehingga kita bisa menilai apakah keberadaan crypto currency ini memberikan manfaat bagi perekonomian, atau di sisi lain, bisa memberikan manfaat bagi sebagian pihak dan pada saat bersamaan justru mengancam perekonomian secara keseluruhan," tambah Irfan.

Irfan juga berpendapat jika uang kripto sampai menggantikan peran dari mata uang resmi suatu negara, akan membahayakan perekonomian negara tersebut. Sebab, nilai uang kripto masih sangat tidak stabil dan mengandung unsur ketidakpastian dan spekulasi.

Walaupun memiliki beberapa kekurangan, nyatanya uang kripto masih memiliki beberapa kelebihan dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Dalam hal keamanan menggunakan teknologi blockchain yang berpotensi meminimalisir pemalsuan dan penyebaran data pribadi.

Selain itu teknologi blockchain dari sisi syariah juga dapat dimanfaatkan untuk penyaluran wakaf maupun zakat.

"Namun khusus teknologi blockchain, ia sifatnya netral dan dapat digunakan untuk pengembangan ekonomi syariah, blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana sosial syariah," pungkas Irfan.



Simak Video "Bareskrim Polri Tahan CEO EDCCash Terkait Investasi Bodong"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia