Gagah dan Macho Sapi UGM, Sebesar Apa Sih?

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 03 Mei 2021 17:16 WIB
Sapi Gama dari Fakultas Peternakan UGM
Foto: Dok. UGM/Gagah dan Macho Sapi UGM, Sebesar Apa Sih?
Jakarta - detikers, apakah kalian tahu kalau Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki sapi yang dinamakan Gama? Apa itu sapi gama? Sapi Gama adalah hasil inovasi dari Fakultas Peternakan UGM yang mengembangkan hasil perkawinan silang antara jenis sapi Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman.

Sapi Gama ini adalah singkatan dari Gagah dan Macho. Karena merupakan kombinasi dari jenis 3 sapi terbaik, sapi Gama bisa digolongkan jenis sapi unggul. Sapi unggul memiliki bobot mencapai 900 kilogram di umur 3 tahun.

Dikutip dari situs resmi UGM, sapi Gama juga adalah jenis sapi yang adaptif dalam lingkungan tropis. Selain itu sapi Gama memiliki otot ganda sehingga dapat menghasilkan daging yang bertekstur empuk, lezat, dan tentu saja berkualitas premium.

Pemilihan jenis sapi untuk kawin silang sapi Gama pun juga tak sembarangan. Sapi Beligian Blue memiliki ciri khas bobot yang besar dan berotot, sapi Wagyu memiliki daging yang enak dan empuk, dan sapi Brahman memiliki lambung yang besar dan adaptif terhadap lingkungan tropis.

Sapi Gama sendiri juga merupakan hasil kerja sama antara 3 pihak yaitu Fakultas Peternakan UGM, Fakultas Kedokteran Hewan, ULg Belgia, dan PT Widodo Makmur Perkasa, Jakarta. Kerja sama ini dirintis sejak tahun 2013.

"Kita targetkan pengembangan sapi GaMa ini selesai dalam 20 tahun, sekarang sudah jalan sekitar 6 tahun dengan umur dua tahun bobotnya mencapai 550-600 kilogram," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus melansir di situs resmi UGM.

Menurut Agus untuk mendapatkan sapi perkawinan silang diperlukan setidaknya berumur 3-4 tahun agar bisa mendapatkan bobot yang ideal untuk dipotong. Tetapi tidak dengan sapi Gama, sapi ini dapat dipotong ketika berumur 3 tahun.

Di UGM sendiri sudah terdapat 200 ekor sapi Gama yang dikembangkan. Sapi Gama tersebut dipelihara dan terus dikawin silangkan agar mendapatkan keturunan genetik yang lebih baik dan stabil.

Pengembangan sapi Gama sendiri ini dilakukan dan ditempatkan di Instalasi Bengkel Sapi CV Berkah Andini Lestari yang berada di Widodomartani, Ngemplak Sleman dan PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Di area tersebut, sapi Gama diberi makanan khusus dari limbah pertanian yang memakai formula multifunctional feed additive yang mengandung mineral, vitamin immunomodulator dan ekstrak herbal.

Pemelihara sapi Gama, Waluyo Koordinator Pengelola Bengkel Sapi Berkah Andini Lestari mengatakan bahwa perawatan sapi Gama sama seperti sapi-sapi lainnya yang membedakan adalah makanannya.

Sapi Gama harus mendapatkan pakan fermentasi khusus dari penelitinya dengan menggunakan pakan hijauan dan konsentrat fermentasi yang mengandung probiotik. Pakannya pun diberi nama Saus Burger Pakan.

Satu ekor sapi Gama sendiri membutuhkan 15 kg pakan. Hal ini dikarenakan sapi-sapi Gama ini memiliki karakter dominan dari sapi Belgian Blue yang memiliki otot ganda dan agak liar.

Wah apakah kalian penasaran dengan rasa dan tekstur sapi Gama ini?

Simak Video "Polisi Ungkap Kronologi Insiden Nakes Dimaki di RSA UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia