Bukan Singa Si Raja Hutan, Serangga Kecil Ini Justru Predator Paling Sukses

ADVERTISEMENT

Bukan Singa Si Raja Hutan, Serangga Kecil Ini Justru Predator Paling Sukses

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 12 Okt 2026 06:00 WIB
16 persen capung di dunia terancam punah, menurut data terbaru IUCN, Kamis (9/12/2021).
Capung, Predator Paling Sukses di Dunia. (Foto: iStock)
Jakarta -

Singa sering dinilai sebagai predator menyeramkan karena surainya yang besar dan buas. Namun, predator paling sukses justru adalah serangga kecil berukuran 45-50mm, capung.

Para ilmuwan melihat capung sebagai predator dengan keterampilan berburu yang luar biasa. Capung dari subordo Anisoptera bahkan memiliki tingkat keberhasilan menangkap mangsa hingga 95 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa capung Anisoptera adalah predator paling sukses di dunia. Tingkat keberhasilan predasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan banyak predator lainnya," ujar pakar Entomologi IPB University, Prof Tri Atmowidi dalam laman IPB dikutip Minggu (11/10/2026).

Sebuah studi tahun 2023 oleh Rachel Crane, peneliti dari University of California, Davis, melaporkan tingkat keberhasilan capung dalam menangkap mangsa mencapai 95 persen. Persentase ini masih lebih tinggi dari lumba-lumba yang berada di angka sekitar 90 persen, cheetah sekitar 50 persen, dan serigala sekitar 20 persen.

ADVERTISEMENT

Mata dan Sistem Saraf yang Canggih

Keberhasilan berburu capung berasal dari adaptasi evolusioner yang melibatkan sistem penglihatan, sistem saraf, kemampuan terbang yang didukung oleh otot-otot toraks, serta adaptasi morfologis.

"Capung memiliki sepasang mata majemuk yang sangat besar yang menutupi hampir seluruh bagian kepala. Setiap mata terdiri dari sekitar 30.000 unit mata individu, atau yang disebut ommatidia," ujar Guru Besar Biologi itu.

Mata capung juga mampu melihat hingga hampir 360 derajat. Dengan kemampuan ini, mereka bisa mendeteksi pergerakan objek di atas, di bawah, di depan, maupun di belakang mereka secara bersamaan.

Kemampuan berburu mereka juga berkat sistem saraf pusat. Prof Tri menjelaskan bahwa capung memiliki sekumpulan sel saraf khusus yang disebut target-selective descending neurons (TSDN). TSDN ini bertugas memproses sinyal visual dari objek kecil yang bergerak dan memungkinkan capung bereaksi terhadap manuver mangsanya dalam hitungan milidetik.

Predator Sejak Tahap Nimfa

Berbakat sejak 'bayi', kemampuan memangsa capung sudah terlihat sejak tahap nimfa. Nimfa capung bisa memangsa larva nyamuk (jentik) dan hewan air kecil lainnya.

Nimfa memiliki bagian mulut khusus yang disebut labium yang dapat didorong ke depan menggunakan tekanan cairan tubuh untuk menangkap mangsa. Tingkat keberhasilan mereka dalam memangsa berkisar antara 60 hingga 70 persen.

"Berdasarkan meta-analisis, seekor nimfa capung dapat mengonsumsi rata-rata 40 larva nyamuk per hari," ungkapnya.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads