Benarkah Kesadaran Manusia Bisa Keluar dari Tubuh? Studi Temukan Hal Ini

ADVERTISEMENT

Benarkah Kesadaran Manusia Bisa Keluar dari Tubuh? Studi Temukan Hal Ini

Kalila Untsa - detikEdu
Rabu, 07 Okt 2026 21:00 WIB
ilustrasi orang yang terbangun tengah malam tapi panik
Foto: istockphoto/koldunova/Ilustrasi terbangun tanpa sadar.
Jakarta -

Para peneliti di University of Virginia melakukan penelitian mengenai kemampuan seseorang untuk memisahkan kesadaran dari tubuhnya. Meski belum bisa menyimpulkan hasil pasti, peneliti justru menemukan hal lain yang lebih menarik. Apa itu?

Penelitian yang disebut sebagai Out-of-Body Experiences dilakukan melalui sebuah tes untuk menentukan apakah ada partisipan yang melaporkan pengalaman di luar tubuh dengan mengidentifikasi objek di ruangan lain yang tidak diketahui isinya. Penelitian yang terbit di jurnal Explore pada 12 Agustus 2026, mengungkapkan ada dua partisipan yang dapat menggambarkan kondisi para peneliti di ruangan yang terpisah dan tidak terlihat.

Dua Partisipan Bisa Beri Deskripsi Rinci

Penelitian yang bertempat di Brasil ini melibatkan 21 partisipan untuk mengidentifikasi objek acak di layar laptop yang terletak di ruangan lain. Dari seluruh peserta, 13 di antaranya dapat mendeskripsikan gambar di laptop. Dari 13 partisipan, 10 di antaranya melaporkan pengalaman keluar tubuh, sedangkan tiga lainnya mengaku tidak mengalami keluar tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga partisipan ini memang tidak mengalami kesadaran keluar dari tubuh, namun mereka mengaku dapat melihat gambar di laptop dengan cara membayangkannya di dalam kepala.

Deskripsi yang diberikan oleh 13 partisipan ini tidak lebih akurat daripada tebakan asal, sehingga penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa mereka benar-benar melihat gambar di laptop tersebut.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, terjadi peristiwa menarik saat peneliti melakukan wawancara terhadap partisipan setelah tes berakhir. Dua partisipan dapat mendeskripsikan kondisi fisik peneliti yang berada di ruangan lain untuk memantau jalannya tes.

Partisipan pertama mendeskripsikan bahwa ada dua orang peneliti di ruangan lain tersebut. Seorang peneliti di sisi kiri ruangan sedang melihat layar laptop. Sedangkan peneliti lainnya berada jauh di belakang, sedang membaca buku.

Partisipan kedua menggambarkan saat seorang peneliti duduk di sebelah kanan dan sedang mencatat. Sementara seorang peneliti lain duduk di sebelah kiri di depan laptop.

Para peneliti menyebut, mustahil bagi partisipan untuk melihat mereka. Namun, catatan tes sebelumnya mengonfirmasi bahwa kondisi yang dilihat partisipan memang sempat terjadi.

Meski menjadi temuan yang menarik untuk diteliti lebih jauh, para peneliti mengatakan bahwa hal ini bukan bagian dari hasil yang bisa diukur oleh studi ini. Sehingga tidak dapat dianggap sebagai bukti untuk pengalaman di luar tubuh atau Out-of-Body Experiences.

"Bagi saya, kesimpulan terpenting adalah bahwa temuan yang tak terduga terkadang dapat membantu kita mengajukan pertanyaan yang lebih baik. Sekarang kita memiliki ide spesifik yang dapat diuji dalam eksperimen di masa mendatang, dan itulah yang seharusnya dilakukan sains," kata Marina Weiler, PhD dari Studi Persepsi di Fakultas Kedokteran University of Virginia, dikutip dari laman resmi kampus.

"Saya berharap temuan ini mendorong kita untuk berpikir lebih dalam tentang apa artinya bagi pemahaman kita tentang kesadaran dan, pada akhirnya, hakikat realitas. Jika penelitian menunjukkan bahwa orang dapat memperoleh informasi akurat yang tidak dapat mereka akses melalui indra biasa mereka, kita harus mempertimbangkan kembali beberapa asumsi kita tentang hubungan antara kesadaran, persepsi, dan dunia fisik," tutupnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads