×
Ad

Sering Berbicara Sendiri saat Tak Ada Orang? Psikolog Ungkap Manfaatnya

Kalila Untsa - detikEdu
Minggu, 04 Okt 2026 16:00 WIB
Foto: Getty Images/whitebalance.oatt/Ilustrasi bercermin.
Jakarta -

Berbicara sendiri bukan kebiasaan yang aneh, walau bagi beberapa orang dianggap memalukan jika dilihat orang lain. Justru, psikolog mengatakan itu dapat bermanfaat saat dilakukan dalam kondisi tertentu.

Cara seseorang mengucapkannya juga bisa menjadi salah satu faktor penentu apakah berbicara sendiri bisa bekerja dengan optimal atau justru sebaliknya.

Lalu, bagaimana berbicara sendiri dapat bermanfaat secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari?

Suarakan Pikiranmu untuk Menyelesaikan Masalah

Untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana berbicara sendiri bisa bermanfaat, kita bisa melihat cara berpikir seorang pemrogram.

Biasanya, para pemrogram kerap menghadapi masalah dengan kode-kode yang mereka gunakan. Untuk menyelesaikan hal tersebut, ada salah satu kiat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka menyebutnya sebagai rubber duck debugging atau menjabarkan kode baris demi baris kepada bebek karet hingga mereka menemukan titik salahnya. Menjelaskan suatu masalah secara lisan bisa mendorong pikiran untuk mengungkapkannya dalam kalimat yang lengkap, sehingga dapat mengungkap celah-celah yang terabaikan saat berpikir dalam hati.

Coba untuk menjelaskan masalahmu di depan cermin, siapa tahu kamu bisa menemukan solusi setelahnya.

Menyebutkan Nama-nama Benda yang Hilang

Dalam sebuah studi yang dimuat dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology, Gary Lupyan dan Daniel Swingley, selaku penulis, melakukan eksperimen yang melibatkan beberapa peserta. Para peserta diminta untuk mencari satu objek di antara banyak barang di sekitarnya yang berfungsi sebagai pengalih perhatian.

Ternyata, saat peserta menyebutkan nama benda yang dicari tersebut dengan lantang saat sedang mencarinya, dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi pencarian. Otak lebih peka saat seseorang benar-benar menyebutkannya daripada hanya sekadar membayangkan bentuk kursi.

Metode ini juga memiliki kelemahan. Saat kamu mencari barang yang bentuk visualnya tidak diketahui dengan pasti, metode ini mungkin tidak begitu efektif.

Barangkali, saat kamu lupa di mana menaruh kunci kendaraan, kamu dapat menerapkan tips ini!

Pertanyaan Lebih Manjur daripada Pernyataan

Dalam studi lain, peneliti menemukan bahwa bertanya pada diri sendiri lebih mendorong dalam hal menyelesaikan beberapa pekerjaan, misalnya di rumah.

Contohnya, saat kamu ingin mencuci pakaian. Alih-alih menargetkan harus selesai pukul 10 pagi, kamu bisa bertanya kembali kepada dirimu, mampukah kamu menyelesaikan tugas tersebut pukul 10 pagi?

Peneliti menjelaskan bahwa pertanyaan kepada diri sendiri membuat kamu mencari alasan untuk melakukannya, sedangkan pernyataan meminta kamu menerima sesuatu yang mungkin belum pernah kamu lakukan atau percayai.

Ketiga hal tadi dapat membantu kamu untuk menggunakan kemampuan berbicara sendiri lebih optimal bagi kegiatan sehari-hari.

Meski begitu, peneliti menekankan bahwa studi ini tidak mendukung klaim bahwa orang yang lebih banyak berbicara sendiri lebih kreatif, disiplin, atau percaya diri sebagai pribadi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video: Apakah Video Game Punya Pengaruh Besar Terhadap Agresi?"

(faz/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork