London, Inggris tengah mengalami fenomena ditutupnya sekolah-sekolah karena kekurangan murid. Sejak 2019, ada lebih dari 90 sekolah yang sudah ditutup atau digabung.
Hal tersebut tidak hanya dipicu oleh menurunnya angka kelahiran, tetapi juga naiknya biaya hidup, dan masyarakat yang berpindah ke luar London. Dikutip dari Daily Mail UK, mahalnya biaya hidup di London memang telah menyebabkan banyak keluarga pindah dari ibu kota, tetapi Brexit, pandemi COVID-19, dan tingginya biaya perumahan juga berkontribusi pada penurunan jumlah penduduk.
Jumlah bayi yang lahir di Inggris dan Wales berada pada level terendah sejak 1977. Ini menyebabkan lebih sedikit anak yang bersekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan Sekolah Juga Sebabkan Dampak Mental
Sementara, dalam riset yang dinaungi oleh London Councils dan dipimpin oleh Dewan Islington, ditutupnya sekolah-sekolah menimbulkan dampak emosional yang signifikan. Mereka yang merasakannya adalah keluarga, anak-anak, hingga staf sekolah.
Mereka merasakan ketidakpastian dan stres selama proses penutupan sekolah yang berlangsung cukup lama. Dikarenakan jumlah siswa diperkirakan akan terus menurun, pemerintah setempat hendak memberikan dukungan bagi keluarga yang terkena dampak dan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh penutupan atau penggabungan sekolah.
"Para kepala sekolah menggambarkan proses tersebut traumatis. Beberapa keluarga dibiarkan dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan selama konsultasi penutupan, tidak yakin apakah akan mencari tempat sekolah baru, sementara staf bertanya-tanya apakah akan mencari pekerjaan baru," tulis Loncol Councils, dikutip dari laman resmi pada Rabu (30/9/2026).
London Councils merekomendasikan adanya perbaikan pada proses penutupan sekolah, sehingga bisa meminimalkan disrupsi bagi keluarga. Di sisi lain, karena sekolah didanai berdasarkan jumlah siswa, penurunan jumlah siswa juga memberikan tekanan keuangan yang semakin besar terhadap sistem pendidikan.
London Councils memperkirakan bahwa sekolah-sekolah di ibu kota dapat kehilangan dana sebesar £45 juta selama empat tahun ke depan sebagai akibatnya.
