Menyimpan makanan di kulkas bisa menjaga ketahanan makanan agar tetap layak konsumsi. Namun, dosen Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, mengingatkan kebiasaan tersebut tidak otomatis membuat makanan aman.
Apabila dilakukan secara tidak tepat, makanan dapat menjadi sumber penyakit bawaan makanan dan mengalami degradasi mutu gizi.Rosyda menilai memasukkan makanan ke dalam kulkas hanya memperlambat pertumbuhan bakteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kulkas pada suhu sekitar 1-4°C berfungsi memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, bukan mensterilkan makanan. Karena itu, makanan tetap memiliki masa simpan yang terbatas," terangnya dalam laman IPB University dikutip Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, kebiasaan menyimpan makanan di dalam kulkas aman dan bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu. Hal ini juga sangat bergantung pada cara pendinginan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan, dan proses pemanasan kembali.
Rosyda menekankan agar menghindari temperature danger zone (5°C hingga 60°C), yaitu kondisi suhu yang memungkinkan mikroorganisme berkembang lebih cepat.
Berapa Hari Makanan di Kulkas Aman Dikonsumsi?
Makanan matang yang disimpan pada suhu ≤4°C dianjurkan dikonsumsi dalam 3-4 hari. Namun perlu diingat jika beberapa makanan memiliki karakteristik berbeda. Contohnya, nasi dan pasta matang perlu mendapat perhatian karena berpotensi terkait dengan spora Bacillus cereus.
Proses penyimpanan dan pemanasan kembali juga dapat memengaruhi sejumlah zat gizi. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B kompleks, relatif sensitif terhadap panas dan oksidasi.
Di sisi lain, lemak dapat mengalami oksidasi apabila makanan disimpan dalam wadah yang tidak tertutup dengan baik. Kemudian makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, dan pasta dapat mengalami perubahan pada pati ketika didinginkan. Pati menjadi lebih sulit dicerna dan membantu mengendalikan kenaikan gula darah dan mendukung kesehatan pencernaan.
Kesalahan Menyimpan Makanan dan Rumur yang Tepat
Rosyda mengatakan kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah:
1. Membiarkan makanan terlalu lama pada suhu ruang
2. Menyimpan makanan dalam wadah besar dan terlalu dalam
3. Tidak menutup wadah dengan baik
4. Tidak memperhatikan suhu kulkas
5. Terlalu sering melakukan reheating (memanaskan ulang).
Makanan sisa sebaiknya tidak ditempatkan berdekatan dengan bahan pangan mentah untuk mencegah kontaminasi. Kemudian untuk mengurangi risiko sekaligus mencegah food waste, Rosyda menyarankan masyarakat menerapkan prinsip sederhana "2-4-74", artinya makanan mudah rusak tidak dibiarkan lebih dari 2 jam pada suhu ruang, disimpan pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah, dan dipanaskan kembali hingga sekitar 74°C secara merata.
"Keamanan pangan tidak berarti semua makanan sisa harus langsung dibuang. Perencanaan penyimpanan yang baik justru dapat membantu mengurangi food waste," pungkasnya.
