Seorang pria asal Denmark menemukan harta karun dari zaman viking di kebun rumahnya. Setelah digali lebih jauh, harta karun itu terdiri dari 700 benda dan pecahan dari abad ke-10 dengan berat hampir 18,5 kg.
Berdasarkan pernyataan di situs web North Jutland Museums, awalnya pria itu sedang membangun teras baru di kebun rumahnya ketika menemukan harta karun dari zamanviking. Museum tersebut mengatakan timbunan itu mencakup batangan perak, gelang, 47 koin utuh beserta pecahannya, liontin kecil berbentuk palu Thor, dan berbagai potongan perak yang awalnya disimpan di dalam wadah tanah liat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah setengah jam menggali, alat gali saya membentur sesuatu yang menimbulkan bunyi aneh," ujar pria penemu timbunan tersebut dalam laman The Art Newspaper dikutip Jumat (25/9/2026).
"Awalnya, saya mengira itu besi tua atau kawat pagar dan beberapa pecahan tembikar, tetapi saat mulai menggali dengan tangan, tiba-tiba saya bisa mengeluarkan satu demi satu benda logam dari dalam tanah. Setelah bekerja dengan hati-hati selama beberapa saat, saya menyadari bahwa itu adalah perhiasan, koin, dan batangan perak," imbuhnya.
Pihak museum menyatakan timbunan perak seberat hampir 18,5 kg ini tiga kali lebih besar daripada temuan timbunan perak zamanviking terbesar sebelumnya, yaitu apa yang disebut sebagai TimbunanTerslevTerslevHoarddengan berat sekitar 6,5 kg.
"Ini adalah timbunan perak Zaman Viking yang sangat penting," kata Torben Sarauw, seorang arkeolog sekaligus kepala bidang warisan budaya di North Jutland Museum.
"Temuan ini memberikan wawasan langka mengenai ekonomi perak Zaman Viking, di mana perak tidak hanya berfungsi sebagai mata uang, tetapi juga sebagai logam mulia yang ditimbang untuk keperluan perdagangan, pembayaran, dan penyimpanan kekayaan," imbuhnya.
Salah satu batangan perak memiliki ukiran aksara rune yang dapat dibaca sebagai "hutu".Sarauw mengatakan bahwa harta karun tersebut juga mencakup koin-koin yang bertuliskan aksara Arab.
"Harta karun ini berasal dari momen penting dalam sejarah Denmark. Benda-benda ini dikubur pada masa ketika Kerajaan Denmark sedang terbentuk dan agama Kristen mulai menyebar ke seluruh Skandinavia," ujarnya.
"Selain memberikan gambaran mengenai perdagangan dan kekayaan pada Zaman Viking, temuan ini juga menjadi bukti adanya masyarakat yang sedang mengalami perubahan politik dan keagamaan yang mendalam," imbuhnya.
Setelah benda-benda tersebut didokumentasikan, pihak museum berharap dapat memamerkan harta karun itu di Fyrkat, sebuah museum Zaman Viking sekaligus situs benteng melingkar yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.
