×
Ad

6 Ciri Orang yang Pandai Berbohong, Bisa Terlihat Sangat Tenang dan Pede

Kalila Untsa - detikEdu
Sabtu, 19 Sep 2026 08:01 WIB
Ilustrasi pembohong Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Berbohong bisa menjadi salah satu cara yang digunakan seseorang dalam berkomunikasi. Dalam situasi tertentu, kebohongan bahkan digunakan untuk menghindari atau mengatasi kondisi yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan berbohong yang sama. Ada orang yang mudah terlihat gugup ketika menyampaikan kebohongan, tetapi ada pula yang mampu membuat cerita palsu terdengar sangat meyakinkan.

Profesor psikologi di Texas Woman's University, Christian L Hart, PhD, mengatakan pembohong yang ahli tidak takut memanipulasi orang lain. Mereka bahkan bisa tampil begitu meyakinkan sehingga kebohongannya sulit dikenali.

"Mereka percaya diri, dominan, dan santai saat mereka mengeksploitasi orang lain," kata Hart, dikutip dari CNBC.

Hart telah mempelajari perilaku penipuan dan melakukan sejumlah penelitian mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhinya. Dari kajian tersebut, ia juga menjelaskan sejumlah karakteristik yang dapat ditemukan pada orang yang pandai berbohong.

1. Mampu mengontrol emosi

Bukan hanya ekspresi wajah secara umum, pembohong juga dapat berusaha mengendalikan emosi yang mereka tampilkan. Rasa terkejut, bahagia, sedih, hingga ekspresi kecil seperti mengerutkan dahi atau mengangkat alis dapat diatur agar sesuai dengan cerita yang disampaikan.

"(Itu) cara meyakinkan dengan menutupi emosi mereka yang sebenarnya," kata Christian L Hart.

Dengan mengendalikan respons emosional tersebut, seseorang dapat berusaha membuat lawan bicaranya tidak menyadari perasaan yang sebenarnya sedang dialami.

2. Pandai memainkan peran

Ciri lainnya adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan memainkan peran tertentu di hadapan orang lain. Pembohong yang terampil dapat menampilkan citra yang sesuai dengan lingkungan sehingga memperoleh kesan positif atau dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya.

"Pembohong yang baik, naik (ke) panggung dan memainkan peran sebagai orang yang jujur," kata Hart.

3. Melakukan kontak mata

Salah satu anggapan yang sering muncul adalah orang yang berbohong cenderung menghindari tatapan mata lawan bicara. Sikap tersebut dianggap sebagai tanda seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.

Namun, menurut psikolog berlisensi sekaligus direktur program psikologi konseling PsyD dan MS di Angelo State University, Drew A Curtis, PhD, pembohong yang terampil justru dapat melakukan hal sebaliknya.

Mereka berusaha mempertahankan atau bahkan meningkatkan kontak mata dengan orang yang sedang dibohongi. Cara tersebut dapat digunakan untuk membuat lawan bicara lebih yakin terhadap cerita yang disampaikan.

4. Mengatur nada bicara

Hal ini juga menjadi salah satu keahlian yang dimiliki oleh orang yang jago berbohong. Normalnya, saat seseorang berbohong maka ia akan tergagap atau kesulitan menyusun penjelasan. Namun, pembohong ahli bisa mengubah dan mengelola nada suara atau tinggi rendahnya vokal mereka.

"Misalnya, dengan mencoba memiliki nada suara yang terdengar percaya diri, menggunakan nada serius, dan mencoba untuk tidak menaikkan nada suara mereka," kata Curtis.

5. Tetap tenang dan percaya diri

Pembohong yang ahli tidak selalu menunjukkan kepanikan ketika menyampaikan cerita yang tidak benar. Sebaliknya, mereka berusaha tetap tenang dan bertingkah senormal mungkin.

Menurut Curtis, sikap tersebut dapat membantu mengurangi atau menyamarkan tanda-tanda kegelisahan yang mungkin muncul ketika seseorang sedang berbohong. Mereka juga dapat menunjukkan bahasa tubuh yang terlihat biasa saja, seperti menyilangkan tangan, sehingga tidak mudah menimbulkan kecurigaan.

6. Mengendalikan ekspresi wajah

Ekspresi wajah juga menjadi bagian yang dapat dikendalikan oleh pembohong yang terampil.

Seseorang yang merasa gugup ketika berbohong mungkin menunjukkan raut wajah yang berbeda dari biasanya. Sebaliknya, pembohong yang ahli dapat berusaha mengatur ekspresinya agar tetap terlihat tenang dan dapat dipercaya.

Curtis menjelaskan pembohong dapat memanipulasi ekspresi wajah untuk menampilkan reaksi yang dianggap sesuai dengan situasi.



Simak Video "Video: Hasan Nasbi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi"

(pal/pal)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork