Pakai Tanaman, Begini Cara Gajah Mengobati Diri Sendiri dan Anaknya

ADVERTISEMENT

Pakai Tanaman, Begini Cara Gajah Mengobati Diri Sendiri dan Anaknya

Kalila Untsa - detikEdu
Minggu, 04 Okt 2026 17:00 WIB
Bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) berada di dekat induk dan kakaknya Yuyun di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Desa Alue Kuyun, Woyla Timur, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (23/9/2023). Bayi gajah betina yang lahir pada Rabu (20/9/2023) dengan berat 84 kg tersebut merupakan anak kedua hasil perkawinan induk gajah jinak bernama Suci dengan gajah liar di kawasan itu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS/Bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) berada di dekat induk dan kakaknya di kawasan Conservation Response Unit di Aceh Barat, Sabtu (23/9/2023).
Jakarta -

Gajah dikenal sebagai satwa liar yang cukup pintar. Selain bisa menggunakan alat tertentu dengan belalainya, gajah bisa mengobati diri sendiri dengan sebuah tanaman.

Dalam sebuah laporan, seekor gajah bahkan bisa mencampur air susunya dengan tanaman yang terkenal berkhasiat untuk kesehatan, untuk diberikan kepada anak-anaknya, demikian tulis CBC.

Sebuah studi berjudul 'African elephants putatively self-medicine with medicinal plants in the Mount Elgon region, Kenya' juga mengungkapkan perilaku unik dari gajah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim peneliti mengumpulkan data berupa wawancara dengan warga Sabaot. Sabaot merupakan kelompok etnis yang tinggal di sekitar Gunung Elgon, habitat gajah-gajah tersebut.

"Mengingat betapa cerdas dan kompleksnya gajah dan masyarakat gajah, saya pikir hanya masalah waktu sebelum kita mulai mempelajari sejauh mana keanekaragaman tanaman obat yang digunakan gajah di alam liar," kata Elodie Freymann, salah satu penulis studi, dikutip dari CBC, Minggu (4/10/2026).

ADVERTISEMENT

Gajah yang Sakit Mencari Obat di Hutan

Berdasarkan wawancara dengan 8 warga Sabaot, yang terdiri dari pengintai satwa liar dan pemandu komunitas serta tetua desa, mereka menyebutkan bahwa gajah memang memberi makan tanaman obat yang telah dikenal kepada anak-anaknya.

Dalam kasus lain, mereka juga menceritakan gajah-gajah yang terlihat lemah lesu atau sakit perut kemudian mencari tanaman tertentu, yang juga digunakan oleh warga setempat, sebagai obat tradisional.

"Kami langsung menuju sumbernya. Kami menemui orang-orang yang telah hidup di antara populasi gajah ini selama puluhan tahun," kata Freymann.

Pada wawancara, disebutkan pula 35 tanaman yang biasa digunakan sebagai obat, di mana 34 di antaranya juga digunakan oleh warga setempat. Adapun, dari 9 tanaman yang disebutkan, 8 di antaranya diketahui memiliki khasiat farmakologis dan telah dimuat dalam literatur ilmiah.

Freymann mengatakan kecil kemungkinan gajah-gajah itu memakan tanaman obat hanya karena preferensi pribadi, karena tanaman tersebut cenderung mengandung senyawa yang rasanya pahit dan tidak enak.

"Dalam dosis kecil, senyawa-senyawa itu adalah obat, tetapi dalam dosis tinggi, senyawa-senyawa itu adalah racun. Senyawa-senyawa itu dihasilkan tanaman sebagai pertahanan terhadap predator, seperti ulat, yang mencoba memakannya," jelasnya.

Hewan lain yang serupa dalam hal pengobatan diri adalah simpanse dan kera besar lainnya. Termasuk pula beberapa jenis serangga dan burung.

Tahukah Gajah Mana Tanaman yang Mengandung Obat?

Studi ini memang dapat digunakan sebagai titik mula untuk meneliti lebih jauh mengenai kemampuan gajah dalam mencari obat untuk mengobati dirinya dan kelompoknya.

Namun, bukan berarti studi ini dapat dijadikan acuan bahwa gajah sengaja mengonsumsi tanaman tertentu karena tahu khasiatnya, sebagaimana dikatakan oleh Chase LaDue, seorang ahli ekologi gajah yang tidak tergabung dalam studi ini.

"Tidak ada data kesehatan yang menunjukkan bahwa gajah-gajah ini benar-benar sakit, dan tidak ada yang mengukur apakah memakan tanaman ini mengubah apa pun," kata LaDue

LaDue, yang juga seorang kurator di Oklahoma City Zoo, menyebutkan ia ingin melihat dan memahami lebih jauh sebelum membenarkan klaim tersebut sebagai pengobatan.

"Yang sering dilakukan anak gajah adalah memasukkan belalainya ke dalam mulut induknya dan mencicipi apa pun yang sedang dikunyahnya (induknya). Itu adalah salah satu cara utama mereka belajar apa yang harus dimakan. Mungkin sesuatu seperti itu sedang dijelaskan di sini (studi ini) dan dipahami melalui sudut pandang medis," tuturnya.

Intinya, bagi Chase LaDue, penelitian lebih lanjut diperlukan karena kini penelitian hanya memiliki bukti anekdotal, yang dikumpulkan dari mulut ke mulut dan tidak sistematis.

"Jika kamu tumbuh besar dengan pengetahuan bahwa suatu tanaman dapat mengobati masalah perut pada manusia, dan kamu melihat seekor gajah memakannya, wajar untuk menghubungkan keduanya. Tetapi gajah memakan berbagai macam tanaman," tuturnya.

"Di wilayah yang kaya akan keanekaragaman botani ini, akan mengejutkan jika banyak di antaranya tidak memiliki khasiat obat tradisional. Tumpang tindih saja tidak banyak memberi tahu kita (tentang hal ini)," pungkasnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads