Suara burung yang terdengar di alam sering kali dianggap menenangkan dan dapat membantu seseorang merasa lebih rileks. Namun, ternyata tidak semua kicauan burung memberikan kesan yang sama bagi telinga manusia.
Beberapa burung dikenal dengan kicauannya yang merdu, burung lain dikenal dengan kicauannya yang dianggap bising. Mengapa bisa demikian?
Suara merdu burung berasal dari organ di dalam dada mereka, yaitu kotak suara unik yang disebut syrinx. Kotak suara ini terletak di titik percabangan antara trakea dan dua bronkus, berbeda dengan laring manusia yang terletak di leher.
Cara kerjanya cukup sederhana, udara dari paru-paru burung melewati syrinx. Di dalam syrinx terdapat membran tipis yang disebut tympaniform membranes, yang terdapat pada dua sisi di saluran menuju bronkus. Ada pula pessulus yaitu semacam batang kartilago kecil di tengah syrinx.
Getaran dari membran dan pessulus ini menghasilkan suara, dan selanjutnya otot-otot kecil di sekitar syrinx mengontrol ketegangan membran sehingga burung bisa mengatur nada, volume, dan durasi suara.
Kicauan Burung Terbaik dan Terburuk
Peneliti dari University of Tübingen, Jerman, mencoba mencari tahu jenis suara burung yang paling disukai manusia. Mereka memperdengarkan suara dari 123 spesies burung liar kepada 84 orang, kemudian meminta para peserta menilai tingkat kenyamanan setiap suara dalam skala 1 hingga 5.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Bird Science dengan judul Analyzing the acoustic parameters of bird vocalizations and their perceived pleasantness by humans.
5 Kicauan Burung Terbaik
Berdasarkan penilaian para responden berikut lima suara burung yang dianggap paling menyenangkan:
- Common blackbird-Sikatan hitam (Turdus merula)
- Willow warbler (Phylloscopus trochilus)
- Blackcap (Sylvia atricapilla)
- Mistle thrush (Turdus viscivorus)
- Garden warbler (Sylvia borin)
Menariknya, suara blackbird bukan hanya mendapat penilaian tertinggi dalam hal kenyamanan. Suaranya juga termasuk yang dinilai mampu memberikan efek restoratif, yakni membantu seseorang memulihkan diri dari kelelahan mental atau stres.
5 Kicauan Burung Terburuk
- Burung hantu lumbung (Tyto alba)
- Angsa Mesir (Alopochen aegyptiaca)
- Cangak abu (Ardea cinerea)
- Elang peregrine (Falco peregrinus)
- Eurasian jay (Garrulus glandarius)
Para peneliti menganalisis sejumlah karakteristik akustik dari setiap suara burung. Mereka melihat amplitudo, frekuensi, kompleksitas, dan rentang frekuensi yang digunakan dalam sebuah suara.
Hasil analisis menunjukkan bahwa manusia cenderung memberikan penilaian lebih tinggi kepada suara burung yang lebih kompleks, memiliki frekuensi relatif tinggi, tetapi tidak terlalu keras. Suara dengan kompleksitas tinggi memiliki lebih banyak variasi dan elemen di dalamnya.
"Kita mungkin secara naluriah lebih menyukai suara yang bervariasi dengan amplitudo dan frekuensi sedang karena suara-suara tersebut menandakan lingkungan yang aman, sehat, dan menenangkan di mana kita dapat bersantai," kata Dr Nadine Kalb, salah satu penulis studi tersebut dikutip dari Science Focus.
Bias manusia juga berperan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apa yang dipikirkan orang tentang spesies burung tertentu memengaruhi penilaian mereka.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Ilmuwan China Temukan Suara 'Kicauan Burung' dari Luar Angkasa"
(nah/nah)