Sering Merasa Merinding di Gedung Tua? Bisa Jadi Ada Suara Ini

ADVERTISEMENT

Sering Merasa Merinding di Gedung Tua? Bisa Jadi Ada Suara Ini

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 08 Mei 2026 21:00 WIB
Ilustrasi bangunan gedung tua.
Ilustrasi gedung tua. Foto: Eleonora via Unsplash
Jakarta -

Pernahkah kamu merasa merinding, gelisah, atau tiba-tiba merasa tidak enak hati saat masuk ke ruang bawah tanah atau bangunan tua? Selama ini, sensasi mencekam tersebut sering dikaitkan dengan keberadaan makhluk halus.

Namun, penelitian terbaru dari MacEwan University yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers mengungkapkan, salah satu alasannya secara ilmiah adalah adanya infrasound.

Infrasound merupakan gelombang suara frekuensi rendah di bawah 20 Hertz (Hz) yang umumnya berada di luar jangkauan pendengaran manusia, tetapi tubuh tetap mampu merespons getarannya tanpa kita sadari. Asal getaran ini lazim ditemukan di lingkungan sehari-hari, mulai dari fenomena alam seperti badai hingga sumber buatan manusia seperti lalu lintas, mesin industri, pipa tua, hingga sistem ventilasi bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Infrasound ada di mana-mana dalam lingkungan sehari-hari, muncul di dekat sistem ventilasi, lalu lintas, dan mesin industri," kata Prof Rodney Schmaltz dari MacEwan University, dikutip dari Science Daily.

Penemuan ini menekankan, ternyata frekuensi tak terdengar bisa memengaruhi manusia dalam dunia nyata. Pemahaman ini terutama penting terutama untuk menjelaskan sensasi yang manusia rasakan di tempat-tempat yang sering dianggap memiliki atmosfer negatif atau "berat".

ADVERTISEMENT

Bikin Stres-Mudah Kesal

Dalam sebuah eksperimen terkontrol terhadap 36 partisipan, para peneliti menemukan bahwa paparan infrasound pada frekuensi 18 Hz memicu lonjakan hormon kortisol, yakni hormon stres yang membantu tubuh merespons ancaman.

"Peningkatan iritabilitas dan kadar kortisol yang lebih tinggi secara alami berhubungan, karena ketika orang merasa lebih kesal atau stres, kortisol cenderung naik sebagai bagian dari respons stres normal tubuh," ujar Kale Scatterty, penulis pertama studi tersebut.

Meskipun para partisipan tidak bisa mendengar suara tersebut secara sadar, mereka melaporkan perasaan lebih mudah marah, kesal, dan merasa kurang terlibat dalam aktivitas yang sedang dilakukan.

Menariknya, paparan ini juga memengaruhi cara seseorang menilai musik. Partisipan cenderung menganggap musik yang mereka dengar terasa lebih sedih saat merasa getaran frekuensi rendah tersebut diputar. Para ahli memperingatkan, pelepasan kortisol dalam jangka panjang bukanlah hal yang baik karena dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan kondisi fisiologis manusia.

Sains di Balik Fenomena "Gedung Berhantu"

Schmaltz menjelaskan, temuan ini memberikan penjelasan ilmiah bagi mereka yang merasa gelisah atau nervous saat mengunjungi bangunan tua maupun ruang bawah tanah yang memiliki pipa dan sistem ventilasi usang.

Jika seseorang sudah diberi tahu bahwa sebuah gedung berhantu, maka rasa gelisah akibat infrasound tersebut sering kali langsung dikaitkan dengan hal supranatural. Padahal, sensasi itu rupanya merupakan reaksi alami tubuh terhadap getaran mekanis.

Meskipun penelitian ini masih memerlukan studi lebih lanjut dengan frekuensi yang lebih beragam, peneliti berpendapat, temuan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memahami bagaimana polusi suara tak terdengar dapat membentuk emosi dan perilaku manusia di dunia nyata.

Jadi, lain kali jika detikers merasa tidak nyaman di sebuah gedung tua, mungkin saja penyebabnya adalah getaran pipa, bukan karena muncul penampakan.

Hasil studi ini dipublikasikan dengan judul "Infrasound exposure is linked to aversive responding, negative appraisal, and elevated salivary cortisol in humans" dalam Frontiers in Behavioral Neuroscience, 27 April 2026.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads