Pernahkah kamu melihat kucing yang segera menjauh saat berhadapan dengan air? Secara umum, terdapat anggapan bahwa kucing memiliki kecenderungan alami untuk menghindari air.
Hal ini bukan berarti seluruh kucing tidak menyukai air. Berbagai dokumentasi di media sosial justru memperlihatkan bahwa sebagian kucing dapat bersahabat dengan air, bahkan ada yang tampak menikmatinya.
Menurut Kristyn Vitale, ahli perilaku hewan di Maueyes Cat Science and Education, mayoritas kucing memang cenderung menghindari air. Akan tetapi, hal ini bukan aturan mutlak bagi setiap kucing.
"Secara umum, sebagian besar kucing cenderung menghindari air. Tapi saya rasa, ini seperti hal lainnya, seperti pada manusia juga, bahwa pernyataan umum tidak selalu berlaku untuk setiap individu," katanya dikutip dari Popular Science, Jumat (18/09/2026).
Lalu, mengapa ada kucing yang tidak suka atau cenderung enggan bersentuhan dengan air?
Sudah Memiliki Mekanisme Mandi Sendiri
Berbeda dengan manusia yang perlu mandi secara rutin, kucing memiliki mekanisme alami untuk membersihkan tubuhnya. Kucing melakukan *grooming* dengan menjilati berbagai bagian tubuhnya.
Karena itu, kucing pada umumnya tidak perlu sering dimandikan oleh pemiliknya. Mandi biasanya hanya diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika tubuh atau bulunya terkena kotoran maupun zat yang tidak dapat dibersihkan melalui grooming biasa.
Menurut Kristyn Vitale, kucing justru lebih nyaman ketika dapat mempertahankan aroma khas tubuhnya.
"Kucing merasa aman dan nyaman ketika mereka bisa mencium bau diri mereka sendiri. Dan jika kamu menutupi bau mereka, itu bisa menyebabkan stres dan kecemasan," kata Vitale.
Selain perkara aroma khasnya, kumis kucing juga menjadi salah satu kemungkinan alasan mengapa kucing kurang menyukai air.
Kumis merupakan bagian penting dari sistem sensorik kucing yang membantu mereka memperoleh informasi mengenai lingkungan di sekitarnya. Ketika kumis menjadi basah, ada kemungkinan kondisi tersebut mengganggu kemampuan kumis dalam menangkap getaran atau sensasi.
"Sangat mungkin bahwa menjadi basah bisa menghalangi kemampuan kumis untuk merasakan getaran dan sensasi," jelas sang pakar.
Namun, penjelasan mengenai kumis yang basah tersebut masih berupa kemungkinan dan belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti mengapa kucing menghindari air.
Evolusi Kucing Domestik Modern
Kucing domestik (Felis catus) yang saat ini banyak dipelihara manusia memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan kucing liar Timur Dekat, Felis silvestris lybica. Bukti genetik dan arkeologi menunjukkan proses domestikasi kucing berlangsung sekitar 10.000 tahun lalu di kawasan Timur Dekat.
Leluhur kucing domestik tersebut banyak hidup dan berburu di daratan. Menurut Vitale, kucing liar Afrika biasanya berburu hewan-hewan terestrial sehingga tidak mengembangkan banyak perilaku yang berkaitan dengan hidup atau berburu di dalam air.
"Kucing liar Afrika biasanya berburu di darat dan memburu hewan-hewan terestrial. Jadi mereka tidak mengembangkan banyak perilaku untuk berada di air atau berburu di sekitar air," kata Vitale.
Sejarah evolusi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membantu menjelaskan mengapa banyak kucing domestik saat ini cenderung menghindari air. Namun, faktor evolusi bukan satu-satunya kemungkinan penjelasan karena respons terhadap air juga dapat berbeda pada setiap kucing.
(pal/pal)