Apakah Kucing Mengerti Bahasa Manusia? Begini Fakta Ilmiahnya!

Apakah Kucing Mengerti Bahasa Manusia? Begini Fakta Ilmiahnya!

Ovilia Putri Ramadhani - detikJateng
Sabtu, 08 Agu 2026 09:28 WIB
Ilustrasi Kucing dan Manusia
Ilustrasi Komunikasi Kucing dan Manusia (Foto: Preillumination SeTh/Unsplash)
Solo -

Pemilik kucing pasti pernah merasa hewan berbulu peliharaannya bersikap cuek. Misalnya, ketika tidak datang setelah dipanggil dan hanya mau menghampiri saat ada makanan.

Kucing juga sering dianggap sebagai hewan peliharaan yang sulit ditebak dibandingkan anjing. Hal tersebut kemudian membuat muncul pertanyaan, apakah sebenarnya kucing memahami bahasa manusia atau hanya sekadar mengenali kebiasaan pemiliknya?

Berikut penjelasan ilmiahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Kucing Mengerti Bahasa Manusia?

Dilansir Vet Help Direct, kucing sebenarnya tidak memahami bahasa manusia dalam bentuk kosakata dan tata bahasa. Ketika seseorang mengatakan kalimat panjang kepada kucing, kemungkinan besar hewan menggemaskan itu tidak memahami arti kata yang diucapkan.

ADVERTISEMENT

Kucing hanya dapat mempelajari hubungan antara suara tertentu, nada bicara, dan kejadian yang menyertainya. Misalnya, kucing dapat mengenali suara pemilik ketika memanggil namanya, mengajak makan, atau menggunakan nada tertentu saat memberikan perhatian.

Kemampuan itu dapat terbentuk dengan proses pembelajaran dan pengalaman berulang-ulang. Kucing menghubungkan suara yang sering mereka dengar dengan sesuatu yang memiliki makna bagi mereka seperti saatnya makan, nama panggilan, perhatian dan rasa aman.

Kucing Bisa Mengenali Suara Pemiliknya

Dirujuk dari penelitian PubMed Central (PMC) bertajuk Multimodal Commmunication in the Human-Cat Relationship: A Pilot Study oleh Charlotte de Mouzon dan Gerard Leboucher, kucing memiliki kemampuan untuk membedakan suara manusia, termasuk mengenali suara pemiliknya.

Penelitian itu menunjukkan bahwa kucing dapat memberikan respons berbeda ketika mendengar suara pemilik dibandingkan suara orang asing. Respons tersebut tidak selalu ditunjukkan dengan mendekat atau mengeong, tetapi dapat terlihat melalui perubahan perilaku seperti gerakan telinga, kepala atau mencari arah perhatian.

Kucing juga akan menunjukan kemampuan untuk membedakan ekspresi emosi manusia. Bukan hanya itu, makhluk berbulu berkaki empat ini memiliki kemampuan memahami apakah suatu hal memang ditujukan kepada mereka atau tidak.

Hal ini menunjukkan bahwa kucing bukan hewan yang sepenuhnya tidak peduli terhadap komunikasi manusia. Mereka memiliki kemampuan mendengarkan dan memproses informasi suara, meskipun cara meresponsnya berbeda dengan hewan lain seperti anjing.

Cara Kucing Berkomunikasi dengan Manusia

Selain melalui suara manusia, kucing juga mempunyai cara lain dalam berkomunikasi. Bagaimana?

Dirujuk dari penelitian berjudul Memahami Perilaku, Gestur, dan Bahasa Tubuh Kucing Domestik Terhadap Manusia Melalui Rancangan Aplikasi Mobile (Institut Teknologi Nasional Bandung), berikut cara berkomunikasinya :

  • Gerakan ekor yang dapat menunjukkan suasana hati tertentu.
  • Posisi telinga sebagai tanda perhatian, ketakutan, atau kenyamanan.
  • Tatapan mata yang dapat menunjukkan kedekatan atau rasa percaya.
  • Suara mengeong dan dengkuran sebagai bentuk komunikasi dengan manusia.

Mengapa Kucing Terlihat Seperti Mengerti Perintah Manusia?

Berdasarkan penjelasan di Vet Help Direct, tidak sedikit pemilik kucing merasa kucingnya memahami ucapan untuk melakukan hal-hal tertentu setelah pemilik mengucapkan. Namun, ternyata hal tersebut lebih berkaitan dengan proses asosiasi.

Ketika pemilik sering mengucapkan kata tertentu sebelum memberikan makanan maka kucing akan menghubungkan suara tersebut dengan waktu makan. Jadi, kucing bukan memahami arti kata "makan" seperti manusia tetapi memahami bahwa suara tersebut berkaitan dengan sesuatu yang pernah dilakukan sebelumnya.

Hal ini juga terjadi saat kucing mengenali namanya. Tentunya pemilik akan sering memanggil namanya maka kucing akan mengetahui namanya sebab mendengarkan secara berulang-ulang nama yang sama.

Demikian penjelasan mengenai benar tidaknya kucing memahami bahasa manusia. Semoga menjawab, ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di detikcom



(num/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads