Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir besar pada November 2025. Hingga satu tahun setelah bencana, pemulihan masih berlangsung.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BKSDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan banjir Sumatera merupakan persoalan nasional yang berdampak pada pemerintah daerah. Bencana ini memutus layanan pemerintah, fasilitas kesehatan dan pendidikan, hingga mengganggu konektivitas wilayah.
"Sehingga banyak sekali dari warga masyarakat yang kehilangan mata pencarian dengan adanya bencana," ujarnya dalam Kick Off Meeting Task Force Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi Bencana di Gedung BRIN, Jalan Gatot Subroto No 10, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah telah memetakan anggaran sebesar Rp56,3 triliun untuk 2.108 kegiatan pemulihan dalam periode tiga tahun. Angka ini digelontorkan untuk lintas kementerian dan lembaga berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam menyalurkan bantuan, pemerintah juga telah membentuk task force untuk pemulihan bencana banjir Sumatera yang lebih cepat. Task force ini terdiri atas pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI/POLRI, dunia usaha, dan masyarakat.
"Pembentukan Task Force merupakan bentuk kehadiran dan perhatian langsung negara terhadap percepatan pemulihan," ujarnya.
Data Terbaru Penyaluran Bantuan Banjir Sumatera Per September 2026
Hingga 15 September 2026, pemerintah mencatat data terbaru penyaluran bantuan banjir Sumatera sebagai berikut:
1. Bantuan Isi Hunian, Jaminan Hidup, dan Stimulan Ekonomi
Aceh
Alokasi Isi Hunian: Rp 423.939.000.000
Realisasi: Rp 417.057.000.000 (98,38%)
Alokasi Kartu Keluarga: 136.948
Alokasi Jaminan Hidup: Rp 653.251.950.000
Realisasi: Rp 578.097.100.000 (88,50%)
Alokasi Kartu Keluarga: 119.846
Alokasi Stimulan Ekonomi: Rp 693.775.000.000
Realisasi: Rp 678.915.000.000 (97,86%)
Alokasi Kartu Keluarga: 136.948
Sumatera Utara
Alokasi Isi Hunian: Rp 45.084.000.000
Realisasi: Rp 41.106.000.000 (91,18%)
Alokasi Kartu Keluarga: 15.028
Alokasi Jaminan Hidup: Rp 74.628.000.000
Realisasi: Rp 75.649.950.000 (101,37%)
Alokasi Kartu Keluarga: 14.064
Alokasi Stimulan Ekonomi: Rp 75.140.000.000
Realisasi: Rp 68.510.000.000 (01,10%)
Alokasi Kartu Keluarga: 15.028
Sumatera Barat
Alokasi Isi Hunian: Rp 17.610.000.000
Realisasi: Rp 10.176.000.000 (57,79%)
Alokasi Kartu Keluarga: 5.870
Alokasi Jaminan Hidup: Rp 27.908.100.000
Realisasi: Rp 21.053.250.000 (75,44%)
Alokasi Kartu Keluarga: 5.714
Alokasi Stimulan Ekonomi: Rp 29.350.000.000
Realisasi: Rp 16.960.000.000 (57,79%)
Alokasi Kartu Keluarga: 5.870
2. Pemulihan Pasar Rakyat
Aceh
Pasar Terdampak: 127
Sudah Beroperasi: 115
Belum Beroperasi: 12
Tingkat Aktivasi: 90,55%
Sumatera Utara
Pasar Terdampak: 57
Sudah Beroperasi: 57
Belum Beroperasi: 0
Tingkat Aktivasi: 100%
Sumatera Barat
Pasar Terdampak: 26
Sudah Beroperasi: 26
Belum Beroperasi: 0
Tingkat Aktivasi: 100%
3. Progres Pemulihan Lahan Sawah
Aceh
Target (Ha): 31.464
Proses Konstruksi (Ha): 28.170
Selesai Konstruksi (Ha): 17.796
Sumatera Utara
Target (Ha): 7.336
Proses Konstruksi (Ha): 7.336
Selesai Konstruksi (Ha): 6.931
Sumatera Barat
Target (Ha): 3.902
Proses Konstruksi (Ha): 3.902
Selesai Konstruksi (Ha): 3.902
4. Layanan Dasar Lainnya
Layanan dasar berupa kelistrikan, BBM dan elpiji, internet dilaporkan telah pulih 100%. Adapun jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tercatat nihil.
