Sekolah Hanyut Terbawa Banjir Sumatera, Siswa MTs di Sumbar Ini Belajar di Masjid

ADVERTISEMENT

Sekolah Hanyut Terbawa Banjir Sumatera, Siswa MTs di Sumbar Ini Belajar di Masjid

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 08 Jan 2026 07:30 WIB
Sekolah Hanyut Terbawa Banjir Sumatera, Siswa MTs di Sumbar Ini Belajar di Masjid
Kemenag beri bantuan kepada madrasah terdampak bencana Sumatera. Ada sekolah yang hanyut dan belajar di masjid. Foto: Pendis Kemenag
Jakarta -

Usia libur semester ganjil 2025/2026, seluruh siswa di Indonesia mulai kembali ke sekolah. Begitu juga, bagi siswa yang berada di wilayah terdampak bencana banjir Sumatera.

Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang terdampak bencana. Saking dahsyatnya, terdapat satu sekolah yakni MTs Selasa Air yang hanyut tersapu banjir hingga tak tersisa.

Kini, dengan telah dimulainya semester genap, para siswa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di area Masjid sekitar. Tak sendiri, mereka bergabung dengan siswa dari MTs Tarbiyah Islamiyah yang juga terdampak cukup berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Amien Suyitno menyatakan meski terbatas, KBM tetap berjalan dengan baik. Ia juga menegaskan Kemenag memprioritaskan keberlangsungan pembelajaran di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

"Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya," tutur Amien dikutip dari laman Pendis, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

Kemenag Siapkan Bantuan Rp 6,4 Miliar

Untuk penanganan dampak bencana banjir, Kemenag menyiapkan dan bantuan Rp 6,4 miliar untuk madrasah dan RA di Sumatera Barat. Jumlah penerima manfaat dari bantuan ini adalah 64 madrasah dan RA.

Setiap lembaga diketahui menerima dana sebesar Rp 100 juta yang bisa digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, dan pemulihan lingkungan belajar. Adapun rincian penerima bantuan tersebut adalah:

  • Madrasah Negeri: 22 sekolah dengan total bantuan Rp 2,2 miliar.
  • Madrasah Swasta: 29 sekolah, bantuan sebesar Rp 2,9 miliar.
  • Raudhatul Athfal: 13 sekolah dengan bantuan Rp 1,3 miliar.

Dua madrasah yang terdampak parah, yakni MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah memanfaatkan bantuan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar dengan baik. Dengan begitu, KBM kini telah dilaksanakan.

Siapkan Sistem Respons Cepat Kebencanaan

Dirjen Pendis menyebut kini Kemenag tengah memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam. Lembaga pendidikan yang ada di wilayah rentan bencana hidrometeorologi terus dipantau.

"Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran," tegasnya.

Cepatnya pemulihan bencana dalam menyiapkan semester baru tentu tak lepas dari peran banyak orang. Untuk itu, Amien mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait lainnya.

Seluruh pihak tersebut telah bergotong royong membersihkan madrasah agar layak jadi tempat belajar kembali. Amien juga menegaskan akan segera memperbaiki fasilitas yang rusak.

"Semangat gotong royong inilah yang mempercepat pemulihan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana," pungkasnya.



(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads