Hampir satu tahun berlalu setelah banjir Sumatera merendam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025. Hingga saat ini, ketiga wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan.
Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebanyak 53 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak banjir Sumatera tersebut. Banjir ini menyapu rumah warga, jembatan hingga jalan nasional. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan mencapai Rp 56,3 triliun dalam 3 tahun ke depan.
Wakil Presiden ke-10 RI, Jusuf Kalla, menegaskan pemulihan banjir Sumatera perlu dilakukan bersama-sama. Hal ini lantaran banjir tersebut merupakan gabungan antara faktor alam dan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemulihannya harus bersama-sama, bukan hanya pemerintah pusat, karena permasalahan ini seperti saya jelaskan, tadi faktor lingkungan alam dan manusia, karena manusia dan alam ini sebabnya," tuturnya.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan saat ditemui usai Kick Off Meeting Task Force Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Banjir Sumatera di Gedung BRIN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pemerintah pusat memang harus membantu. Sementara itu, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar juga perlu turun tangan.
"Pusat memang harus membantu tapi pemerintah daerah, masyarakat sekitar, harus bersama-sama bekerja. Pengalaman kita kayak dulu itu pemerintah kasih dana tapi (pemerintah daerah) yang bekerja sendiri. Yang punya rumah untuk memperbaiki rumahnya, tapi dengan bantuan dari pemerintah," tegasnya.
Rincian Bantuan Pemulihan Rumah Terdampak Banjir Sumatera
Setiap provinsi menerima bantuan pemulihan rumah, baik rumah rusak ringan maupun rumah rusak sedang. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berikut rinciannya per 15 September 2026:
1. Aceh
Rumah Rusak Ringan: 17.742 unit dengan nilai Rp 266.130.000.000
Rumah Rusak Sedang: 12.919 unit dengan nilai Rp 387.570.000.000
2. Sumatera Utara
Rumah Rusak Ringan: 2.332 unit dengan nilai Rp 34.980.000.000
Rumah Rusak Sedang: 1.228 unit dengan nilai Rp 36.840.000.000
3. Sumatera Barat
Rumah Rusak Ringan: 811 unit dengna nilai Rp 12.165.000.000
Rumah Rusak Sedang: 375 unit dengan nilai Rp 11.250.000.000
Total, ada 20.885 unit Rumah Rusak Ringan di tiga provinsi dengan bantuan yang digelontorkan senilai Rp 313.275.000.000 dan 14.522 Rumah Rusak Sedang senilai Rp 435.660.000.000.
Selain bantuan pemulihan rumah, pemerintah menyatakan telah menyalurkan bantuan isi hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi di tiga provinsi terdampak.
