×
Ad

Benarkah Keracunan MBG Bisa Sebabkan Hilang Ingatan? Ini Kata Dosen Kesehatan

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 10 Sep 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Keracunan MBG. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Publik dihebohkan dengan kasus siswa berusia 16 tahun yang mengalami hilang ingatan usai diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Siswi SMK Bersama Berastagi bernama FP itu merupakan salah satu dari ratusan pelajar yang dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada pertengahan Agustus 2026. Menurut keterangan keluarga, FP mengalami penurunan daya ingat hingga 70%. Bahkan ia sempat tidak mengenali anggota keluarga maupun orang-orang terdekatnya.

Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Wahyu Wihartono, MKes., SpN, FMIN, mengatakan bahwa jenis toksin tertentu dalam kasus keracunan makanan dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf. Kondisi terjadi ketika toksin mengganggu sistem neurotransmiter, yaitu zat kimia yang membawa pesan antarsel saraf. Gangguan pada komunikasi sel saraf dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk perhatian, kemampuan berpikir, dan daya ingat.

"Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat," kata dr. Wahyu dalam laman UMY dikutip Kamis (10/9/2026).

Kendati demikian, penjelasan tersebut merupakan gambaran medis secara umum. Untuk menentukan penyebab gangguan yang dialami pasien, dokter harus mempertimbangkan jenis toksin, tingkat paparan, gejala klinis, riwayat penyakit, dan hasil pemeriksaan penunjang.

Gangguan Neurologis Tidak Selalu Disebabkan Racun

Menurutnya, gangguan neurologis setelah keracunan tidak selalu disebabkan oleh toksin. Tenaga medis perlu mempertimbangkan kondisi lain yang menyertai, seperti kekurangan oksigen atau hipoksia, gangguan metabolik, dan kejang berkepanjangan.

Stimulasi neurotransmiter secara berlebihan juga dapat memicu masuknya ion kalsium dalam jumlah berlebih ke dalam sel. Proses tersebut berpotensi mengaktifkan enzim yang dapat merusak sel saraf.

Perlu Pemeriksaan Menyeluruh

Wahyu menilai gangguan ingatan setelah keracunan perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum menentukan penyebabnya. Dalam kasus Febiola, proses pemeriksaan medis masih berlangsung dengan elektroensefalografi (EEG) di RSUP H. Adam Malik Medan pada Senin (7/9).

EEG adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik otak. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengevaluasi kejang dan mendeteksi pola aktivitas listrik yang tidak normal.

Namun, hasil EEG tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan penyebab gangguan ingatan. Pemeriksaan neurologis, penilaian fungsi kognitif, pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan otak dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi klinis pasien.

Wahyu mengatakan gangguan memori tidak selalu berakhir menjadi kerusakan otak permanen. Menurutnya, anak dan remaja memiliki kemampuan adaptasi dan pemulihan saraf yang baik.

"Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya serta diarahkan untuk memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat," jelasnya.

MasihDiobservasi 3 Dokter

Dilansir dari detikHealth, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut FP kini ditangani oleh tiga dokter spesialis. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengatakan FP menjalani rawat jalan di RS Adam Malik Medan sejak 31 Agustus 2026.

"Saat ini ditangani oleh dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, dokter spesialis anak subspesialis neurologi dan dokter spesialis kesehatan jiwa," kata Aji kepada detikcom Rabu (9/8/2026).

Meski begitu, Kemenkes belum dapat memastikan apakah kondisi kesehatan yang dialami FP berkaitan dengan konsumsi MBG.

"Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP dengan MBG," ujarnya.



Simak Video "Video: Siswi Keracunan MBG di Karo Diduga Alami Gangguan Ingatan"

(nir/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork