Eropa Makin Panas dan Kering, Kebakaran Hutan Bisa Meluas 3 Kali Lipat

ADVERTISEMENT

Eropa Makin Panas dan Kering, Kebakaran Hutan Bisa Meluas 3 Kali Lipat

Kalila Untsa - detikEdu
Selasa, 25 Agu 2026 07:00 WIB
Kebakaran Hutan di Eropa Picu Evakuasi Puluhan Ribu Warga
Kebakaran Hutan di Eropa Picu Evakuasi Puluhan Ribu Warga Foto: DW (News)
Jakarta -

Eropa menghadapi ancaman kebakaran hutan yang semakin serius. Kondisi cuaca yang semakin panas, kering, dan berangin diperkirakan membuat kebakaran hutan meluas di berbagai wilayah benua tersebut.

Temuan itu terungkap dalam studi terbaru Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) bersama Senckenberg Society for Nature Research. Penelitian berjudul Future Projections of Burned Area in Europe Highlight the Importance of Human Action tersebut diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology.

Dalam penelitian itu, para peneliti membuat dua proyeksi mengenai perkembangan luas area yang terbakar hingga akhir abad ke-21. Hasilnya menunjukkan tingkat emisi gas rumah kaca akan sangat menentukan seberapa parah ancaman kebakaran hutan di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skenario emisi rendah, luas wilayah yang terbakar diproyeksikan meningkat sekitar 39 persen dibandingkan kondisi saat ini. Sementara itu, dalam skenario emisi tinggi, luas area yang terbakar berpotensi melonjak hingga 192 persen, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

ADVERTISEMENT

Peneliti PIK sekaligus penulis utama studi, Maik Billing, mengatakan perubahan iklim telah mendorong peningkatan aktivitas kebakaran di berbagai wilayah Eropa. Kondisi panas, kering, dan berangin yang semakin ekstrem membuat risiko kebakaran ikut meningkat.

"Perubahan iklim mendorong peningkatan aktivitas kebakaran di seluruh Eropa karena kondisi panas, kering, dan berangin menjadi semakin parah," kata Billing seperti dikutip dari Phys.

Menurutnya, peningkatan luas wilayah terbakar bahkan dapat terjadi ketika pemanasan global berada pada level relatif rendah, sekitar 1,8 derajat Celsius. Namun, apabila emisi terus meningkat hingga menyebabkan pemanasan global sekitar 3,6 derajat Celsius, kebakaran akan menjadi jauh lebih sering terjadi.

Dampaknya diperkirakan paling terasa di kawasan Mediterania serta sebagian besar Eropa Barat dan Eropa Tengah, termasuk wilayah yang selama ini relatif jarang mengalami kebakaran hutan.

Investasi dalam Pencegahan Diperlukan

Meski proyeksi tersebut menunjukkan ancaman yang serius, penelitian ini juga menemukan bahwa tindakan pencegahan dan penanganan kebakaran dapat mengurangi dampaknya secara signifikan.

Peningkatan kemampuan deteksi dini dan pemadaman kebakaran diperkirakan mampu menekan luas area terbakar hingga 92 persen dalam skenario emisi rendah dan 72 persen dalam skenario emisi tinggi.

Meski pengurangan emisi perlu diperhatikan, menyiapkan tindakan preventif yang matang juga menjadi salah satu jalan untuk meminimalisir kebakaran hingga dampaknya di masa depan.

Menurut studi yang sama, investasi pada tindakan-tindakan preventif dibutuhkan lebih banyak apabila dilihat dari kondisi kebakaran yang semakin memburuk di Eropa.

"Jika Eropa meningkatkan investasi dalam pengelolaan kebakaran hutan, termasuk pelatihan tim pemadam kebakaran, peralatan yang memadai, dan koordinasi yang baik, proyeksi kami menunjukkan bahwa hal ini dapat membuat perbedaan yang signifikan," jelas salah seorang penulis studi, Thomas Hickler.

Penulis lain dalam studi yang sama juga mengungkapkan betapa cepatnya kondisi cuaca yang panas, kering, dan berangin dapat berkontribusi terhadap tingkat kesulitan pemadamannya.

"... Kondisi cuaca yang demikian dapat membebani petugas pemadam kebakaran dan sumber daya mereka." tutur Kirsten Thonicke dikutip dari Phys.org.

Ia juga kembali menekankan, pentingnya mengurangi emisi dan memperkuat manajemen kebakaran lokal hingga batas maksimal yang dapat dilakukan oleh manusia.

Kondisi Kebakaran Lahan di Eropa Saat Ini

Hingga 12 Agustus 2026, European Forest Fire Information System (EFFIS) mencatat sekitar 550.000 hektar lahan telah terbakar di seluruh penjuru Uni Eropa. Jumlah ini merupakan dua setengah kali lipat dari rata-rata 20 tahun terakhir.

Musim panas yang sangat kering juga memperparah kondisi ini di sejumlah negara seperti Belgia, Prancis, Yunani, Portugal, dan Spanyol. Dilansir dari Vatican News, Menteri Dalam Negeri Prancis mengungkapkan terdapat setidaknya 115.000 hektar lahan yang terbakar sejak awal tahun hingga Juli 2026.

Sedangkan di Spanyol, kawasan hutan sebesar 150.000 hektar telah terbakar sepanjang tahun 2026, data per Agustus. Jumlah ini meningkat enam kali lipat dibandingkan dengan satu tahun lalu dengan periode yang sama.

*Penulis adalah peserta program Maganghub di detikcom

Halaman 2 dari 2
(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads