Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di ribuan sekolah di wilayah Kalimantan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut ditempuh untuk melindungi keselamatan siswa sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang memburuk.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat peserta didik kehilangan kesempatan untuk terus belajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan adalah harga mati. Namun, kami juga tidak ingin generasi muda kehilangan momentum belajar mereka," ujar Mu'ti dikutip dari laman PAUD Kemendikdasmen, Sabtu (22/8/2026).
3.524 Sekolah Terapkan PJJ
Kemendikdasmen mencatat ada sebanyak 54.743 satuan pendidikan dengan lebih dari 6 juta murid di 12 provinsi Kalimantan yang berpotensi terpapar asap akibat karhutla.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen telah menerapkan PJJ untuk 3.524 satuan pendidikan. Kurang lebih ada 571.338 murid di wilayah Kalimantan Barat, Palangka Raya, hingga Banjarbaru yang tetap bisa belajar lewat PJJ.
Masa PJJ menyesuaiakan dengan kebijakan masing-masing dinas pendidikan. Misalnya di Kota Banjarbaru, berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan setempat PJJ diterapkan pada 24-28 Agustus 2026.
Tantangan PJJ di Tengah Karhutla
PJJ adalah kebijakan transisi di tengah karhutla. Selama asap masih mengepul. guru dan tenaga kependidikan bertugas terus memastikan murid tetap bisa belajar di rumah.
Kepala sekolah juga ditugaskan untuk mengawasi dengan ketat. Pengawasan yang dimaksud baik berupa proses akademik maupun penerapan protokol kesehatan.
Dengan kondisi yang mengkhwatirkan, Kemendikdasmen terus memantai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data dan kondisi tersebut akan dijadikan dasar untuk melanjutkan PJJ atau kembali memberlakukan tatap muka.
"Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian dan lembaga terkait. Kami pastikan seluruh murid terdampak karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien," kata Mu'ti.
Salurkan Bantuan-Dirikan Posko Darurat
Selain itu, Kemendikdasmen juga telah melakukan upaya-upaya berikut untuk mendukung pembelajaran di Kalimantan tetap berjalan:
- Posko pendidikan darurat: Aktivasi posko di lima provinsi prioritas untuk koordinasi cepat.
- Bantuan kesehatan: Distribusi masker medis dan paket kesehatan ke satuan pendidikan terdampak.
- Ruang aman asap: Penyediaan ruang kelas khusus yang dilengkapi filtrasi udara di sekolah rujukan setiap kecamatan.
- Dukungan psikososial: Layanan konseling untuk membantu murid dan guru mengelola stres akibat bencana.
- Fleksibilitas dana: Penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilonggarkan untuk kebutuhan darurat asap.
