Malaysia Tutup 600 Sekolah Imbas Asap Kebakaran di Kalimantan

ADVERTISEMENT

Malaysia Tutup 600 Sekolah Imbas Asap Kebakaran di Kalimantan

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 21 Agu 2026 20:00 WIB
Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). BMKG Kalimantan Barat mencatat hasil pantauan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 1 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 762 titik panas kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 12 kabupaten di provinsi setempat yaitu antara lain Ketapang, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/sgd
Potret Kebakaran Hutan Kalimantan. (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Jakarta -

Sarawak, Malaysia diliputi kabut asap yang menganggu kegiatan sehari-hari. Imbasnya, pemerintah setempat menutup sementara 600 sekolah yang menampung 200.000 siswa.

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Serian, perbatasan dengan Kalimantan, Indonesia. Indeks polusi udara di wilayah tersebut mencapai angka 239 atau sangat tidak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabut asap ini diketahui mengandung partikel PM2,5, yaitu partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Para ahli kesehatan memperingatkan paparan partikel kabut asap dalam jangka lama dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk, asma, dan sesak napas.

Khoo Yoong Khen, ahli kesehatan masyarakat dan asisten profesor di Duke-NUS Medical School, mengatakan paparan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut maupun kronis. Menurutnya, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dihentikan ketika kualitas udara memburuk dari tingkat "tidak sehat" menjadi "sangat tidak sehat" atau "berbahaya" mengingat anak-anak sangat rentan terhadap polusi kabut asap.

ADVERTISEMENT

"Alergi dan asma pada anak-anak juga umum terjadi, sehingga kondisi tersebut dapat dipicu oleh kabut asap," ujarnya dalam The South China Morning Post (SCMP), Jumat (21/8/2026).

Penyebabnya dari Kebakaran Hutan Kalimantan

Data satelit waktu nyata dari Sistem Informasi Kebakaran untuk Manajemen Sumber Daya (FIRMS) milik NASA, terlihat aktivitas kebakaran yang meluas di wilayah Kalimantan, Indonesia. Kebakaran itu dinilai sulit dipadamkan mengingat lahan gambut yang terus mengobarkan api hingga berminggu-minggu.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur JosephKurup, mengatakan pemerintah telah memantau situasi kabut asap di Sarawak dan wilayah lain di Semenanjung Malaysia sejak 8 Agustus.Kurup memperingatkan suhu ekstrem akibat fenomena ElNino dapat memperparah kabut asap. Ia menambahkan bahwa berbagai langkah akan dilaksanakan berdasarkan Rencana Aksi Nasional Kabut Asap, sementara Malaysia juga akan meningkatkan koordinasi regional.

Kurup juga telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia untuk mengoordinasikan upaya penanganan titik api.

"Berdasarkan Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas, Tingkat Siaga 2 diaktifkan pada tanggal 3 Agustus," demikian dilaporkan oleh harian lokal Malaysia.

Para ahli iklim menyatakan tingkat keparahan kabut asap yang berulang di kawasan ASEAN sangat bergantung pada kondisi cuaca, musim kemarau yang berkepanjangan, dan tertundanya turun hujan. Hasilnya, kebakaran akibat pembukaan lahan menjadi lebih hebat dan meluas.



(nir/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads