Sejumlah ahli mengingatkan masih ada potensi gempa susulan di NTT hingga beberapa pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, terdapat total 2.768 gempa susulan dengan gempa yang dirasakan sebanyak 81.
Dikutip dari unggahan media sosial BMKG, magnitudo terbesar gempa susulan yang tercatat adalah 6.2, dengan 24 gempa susulan bermagnitudo di atas 5. Sementara magnitudo terkecil 1.1.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, berdasarkan data sementara BMKG, gempa susulan akan berakhir 3-4 pekan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarakan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3 - 4 minggu ke depan," kata Wijayanto di Jakarta, Selasa (18/8/2026), dikutip dari keterangan pers BMKG.
BMKG menegaskan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan melakukan pemutakhiran informasi secara berkala kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Baca juga: 253 Sekolah Rusak Imbas Gempa Flores M 7,7 |
Prediksi Gempa Susulan Menurut Pakar ITS
Selain BMKG, pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kadek Hendrawan Palgunadi turut mengingatkan hal yang sama. Ia menilai, gempa susulan di NTT masih akan berlanjut sampai 2 pekan mendatang.
Lulusan Institute De Physique Du Globe Prancis ini mewanti-wanti pentingnya kewaspadaan ancaman gempa susulan atau afterschock. Gempa lanjutan itu diakibatkan oleh aktivitas penyesuaian sesar-sesar kecil yang berada di sekitar patahan utama.
Peneliti dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS itu menyampaikan, kekuatan aftershock umumnya akan terus menurun seiring waktu. Walaupun diprediksi akan terjadi gempa susulan, kekuatan magnitudo akan terus menurun atau tidak sama dengan ketika terjadi sebelumnya.
"Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6," jelas Kadek, dikutip dari detikJatim.
Ia mengimbau agar tim relawan dan masyarakat terdampak tetap siaga selama dua pekan ke depan. Lulusan King Abdullah University of Science itu menegaskan urgensi asesmen fisik untuk menguji ketahanan struktur bangunan pascabencana. Masyarakat disarankan terus menetap untuk sementara di lokasi evakuasi yang aman jika kondisi hunian masih memperlihatkan keretakan yang riskan.
(nah/nwk)
