Wanti-wanti Pakar ITS Soal Gempa Susulan NTT 2 Minggu Kedepan

Round Up

Wanti-wanti Pakar ITS Soal Gempa Susulan NTT 2 Minggu Kedepan

Amir Baihaqi - detikJatim
Rabu, 19 Agu 2026 07:30 WIB
Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi
Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi akan masih berlanjut 2 pekan mendatang. Hal ini disampaikan oleh Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi.

Peneliti dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS tersebut menyampaikan bahwa secara alamiah, Indonesia terletak di atas zona tektonik yang kompleks dengan berbagai sesar aktif. Berada di jalur Ring of Fire menyebabkan gempa bumi kerap terjadi di wilayah Tanah Air secara beruntun.

"Namun, gempa bumi yang terjadi secara beruntun bisa juga terjadi secara kebetulan," kata Kadek dalam keterangannya yanf diterima detikJatim, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini membeberkan bahwa gempa yang melanda NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah secara hampir bersamaan tersebut bersumber dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, analisis cepat menunjukkan bahwa keterkaitan ketiga getaran tersebut memiliki probabilitas yang sangat kecil. "Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8," terangnya.

Kadek menjelaskan bahwa kawasan daratan Flores hingga bagian utara Bali dilintasi oleh sesar Flores Back-Arc Thrust. Pergerakan sesar aktif ini pernah memicu gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 1992 silam, serupa dengan gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8," jelas alumnus doktoral Geosains dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Saudi Arabia itu.

Pascagempa tersebut, Kadek mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman gempa susulan atau aftershock. Gempa lanjutan ini timbul akibat aktivitas penyesuaian sesar-sesar kecil yang berada di sekitar patahan utama. Kadek menegaskan, kekuatan aftershock umumnya akan terus menurun seiring berjalannya waktu.

Meski diprediksi bakal terjadi gempa susulan, lanjut Kadek, kekuatan magnitudo akan terus menurun atau tak sama dengan saat terjadi sebelumnya.

"Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6," beber lelaki asal Bali kelahiran 1993 tersebut.

Lebih lanjut, lulusan master Geofisika dari Institute De Physique Du Globe, Prancis ini juga mengimbau kepada para relawan (tim evakuasi dan asesmen bangunan) serta masyarakat terdampak untuk tetap siaga selama dua minggu ke depan.

Ia menekankan urgensi asesmen fisik guna menguji ketahanan struktur bangunan pascabencana. Warga disarankan untuk terus menetap sementara di lokasi evakuasi yang aman apabila kondisi hunian masih menunjukkan keretakan yang riskan.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads