Setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda. Namun, ada sembilan tanda anak mengalami kesulitan belajar yang wajib menjadi perhatian orang tua.
Seiringberjalannya waktu, hambatan ini bisamemengaruhi prestasi akademik, kepercayaan diri, maupun aktivitas sehari-hari anak. Dengan mengetahui tanda-tanda ini sejak dini, orang tua bisa memilih penanganan yang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu dipahami jika kesulitan belajar ini bukan berarti anak kurang cerdas. Bisa jadi anak memerlukan metode belajar atau pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
9 Tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar
Melansir dari Antara, berikut tanda-tanda anak mengalami kesulitan belajar.
1. Sulit Membaca, Menulis, dan Mengeja
Tanda yang paling sering terlihat adalah anak mengalami kesulitan membaca. Termasuk mengenali huruf, mengeja kata, atau menulis kalimat sederhana sesuai usianya.
Sesekali mengalami kesalahan merupakan hal yang normal. Namun, jika kesulitan ini terus berlanjut meski sudah mendapatkan pendampingan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional.
2. Kesulitan Belajar Matematika
Anak yang kesulitan mempelajari matematika perlu mendapat perhatian. Biasanya, kondisi ini terlihat dari kesulitan anak dalam mengenali angka, menghitung, memahami konsep penjumlahan dan pengurangan, atau mengingat rumus sederhana.
Apabila kemampuan ini jauh tertinggal dibandingkan teman seusianya, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
3. Sulit Konsentrasi
Tanda lain anak mengalami kesulitan belajar adalah sulit berkonsentrasi. Anak akan tampak mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, atau tidak mampu mempertahankan perhatian dalam waktu yang cukup lama.
Kendati demikian, orang tua juga perlu mencari lebih lanjut apakah sulit konsentrasi ini karena kurang tidur, stres, atau kondisi medis tertentu.
4. Sulit Mengikuti Instruksi
Orang tua mungkin perlu mengulang instruksi beberapa kali karena anak kesulitan mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan. Contohnya anak bingung ketika diminta mengerjakan tugas yang sudah diberi penjelasan mengenai tahapannya.
5. Prestasi Belajar Menurun
Prestasi belajar yang terus menurun bisa menjadi tanda anak kesulitan mengikuti materi sesuai tingkat kelasnya.
Guru biasanya menjadi pihak pertama yang dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan belajar anak di sekolah.
6. Mudah Lupa
Kesulitan belajar bisa dilihat dari daya ingat anak. Anak yang mudah lupa meski baru mempelajari materi, jadwal pelajaran, atau instruksi sederhana, wajib diberi perhatian lebih.
Kesulitan mengingat ini bisa menghambat proses belajar ke depannnya.
7. Tidak Suka Belajar
Anak yang sulit belajar cenderung enggan mengerjakan pekerjaan rumah, membaca buku, atau mengikuti pelajaran tertentu karena merasa frustrasi.
Jika kebiasaan ini terus berulang, orang tua sebaiknya mencari tahu penyebab di balik perilaku tersebut.
8. Sulit Mengatur Tugas Sekolah
Anak yang sering kehilangan buku bahkan kesulitan mengatur jadwal belajar adalah tanda kesulitan belajar yang lain. Kemampuan mengelola tugas dan mengatur diri akan berkembang secara bertahap, tetapi kondisi ini bisa menjadi masalah jika mengganggu aktivitas belajar.
9. Kepercayaan Diri Menurun
Kesulitan belajar bisa membuat anak malu dengan teman sebayanya. Anak menjadi enggan bertanya di kelas, mudah menyerah, hingga kehilangan minat belajar.
Itulah sembilan tanda anak mengalami kesulitan belajar. Apabila anak memenuhi tanda-tanda di atas, konsultasikan anak kepada guru atau pihak profesional.










































