Sejumlah orang tua mengaku mendapati nama anak mereka sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) meski belum pernah didaftarkan ke sekolah mana pun. Keluhan ini serupa dengan masalah yang viral media sosial beberapa waktu belakangan.
Para orang tua menyatakan kekhawatirannya lantaran data anak-anak berisiko disalahgunakan oleh pihak satuan pendidikan terkait. Mereka juga mengaku mengalami berbagai kendala saat hendak mendaftarkan anak ke sekolah, mulai dari penolakan pendaftaran hingga kesulitan memperoleh ijazah.
Dihimpun detikEdu melalui komentar di VT TikTok detikcom x detikEdu, Rabu (5/7/2026), sejumlah anak disebut didaftarkan ke kelompok bermain hingga PAUD tanpa sepengetahuan orang tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan Keterlibatan Kader Posyandu?
R, salah satu orang tua, menyatakan, ia semula hendak mendaftarkan anak untuk masuk sekolah tahun ini. Namun, pihak sekolah yang dituji menyatakan sang anak tidak dapat mendaftar ke sekolah tersebut karena sudah terdaftar di sebuah kelompok bermain (kober).
Padahal, menurutnya, ia belum pernah mengurus pendaftaran anak ke lembaga pendidikan mana pun. Setelah ditelusuri, anaknya diduga didaftarkan oleh seorang kader Posyandu yang juga mengajar di kelompok bermain di sekitar rumahnya.
"Padahal saya blm pernah daftarin anak saya ke sekolah manapun pas ditelusuri ternyata anak saya didaftarin ke kober yang deket rumah saya sama kader posyandu, karna kader nya merangkap jadi guru di kober tersebut," tulisnya.
Setelah mengetahui hal tersebut, keluarga meminta agar data anak mereka segera dihapus. R bahkan mengaku bukan hanya anak pertamanya yang terdaftar, tetapi juga anak keduanya yang masih berusia 3,5 tahun.
"Untung nya ketahuan, terus suami saya minta buat dikeluarin dari data di kober tersebut, dan ternyata semua yang ikut posyandu disana didaftrarin ke kober itu termasuk anak ke 2 saya yg usianya 3.5thn jga di daftarin, parah bangetttt," sambungnya.
Keluhan serupa diungkapkan orang tua S. Namun, pelakunya kali ini disebut pihak oknum Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
"aku pernah ni ngalamin gini.. wkt dftarin anakku pas TK, sekolahnya kasi info kl anakku udh punya NIS dan udh kedaftar di sekolah paud dkt rumah..stlh aku telusuri trnyt pihak posyandu yg diem2 dafarin anakku di paud tsb pdhl itu wkt covid anakku blm sklh..," ujarnya.
Kesulitan Dapat Ijazah
Orang tua R mengatakan, anaknya terdata sudah lulus dari TK di Dapodik meskipun belum pernah bersekolah sebelumnya. Ketika kemudian menempuh TK di tempat lain, sang anak jadi tidak dapat memperoleh ijazah.
"Seperti yang dialami anak saya,,tahun kemarin baru saya daftarkan ke tk tapi ternyata dia udah terdaftar disekolah lain bahkan dinyatakan lulusπpadahal saya baru mendaftar π₯Ή," tulis R.
"alhasil disini saya yang dirugikan krna ketika lulus anak saya tidak dapat ijazah dari sekolah yang skrg krna keterangan lulus ditempat lain,kami datangi tk bersangkutan mereka hanya berkata kesalahan team operator π΄rumit repot dan mereka lepas tangan π³padahal saya belom pernah mendaftar kan anakπ," sambungnya.
Dugaan Pencurian Data dari KK dan KTP
Orang tua R mengatakan, anak keduanya terdata di TK di Dapodik lantaran pencurian data dari Kartu Keluarga (KK). Ia menjelaskan, data KK tersebut dapat diperoleh TK tersebut lantaran anak sulungnya semula bersekolah di sana.
"wah sama dong,anak yg kedua aku gitu juga,pas mau daftar ke tk dibilang anak bapak sudah terdaftar di tk lain,ternyata yg daftarin tk dekat rumah dengan nyuri data lewat kartu keluarga yg dulu sebelumnya kakaknya pernah sekolah disana dan adiknya malah dimasukan datanya tanpa sepengatahuan saya...g*** emang sekolah tu otaknya cuma duit," tulisnya.
Orang tua R mengatakan, data anaknya juga diperoleh oknum TK dari data KK dan KTP saat memintanya untuk kebutuhan 'pendataan anak'.
"anakku dulu gitu loh pas masuk tk mau di daftarin sama tk nya ternyata sudah terdaftar namanya di tk lain padhal aku gak pernah sekolah di tk itu dn pas aku tanya ke tk itu jawabannya karna anakku pernah ikut lomba di sekolah itu jadi di daftarin padahal anakku gak pernah juga ikut lomba di sekolah itu," tulisnya.
"cuma dulu pernah di minta kk dan KTP saat pembukaan sekolah tk itu sama rt setempat katanya untuk pendataan anak,bodohnya aku malah di kasih kirain bener untuk pendataan anak ternyata malah di daftarkan di dapodik," sambung R.
Kesulitan 'Cabut Data'
Orang tua S, menyatakan ia dan istri kesulitan mengubah data anaknya yang telah terdata di sebuah TK kendati belum pernah mendaftar ke TK tersebut.
"anakku dl jg gitu, terdaftar disatu TK, padahal blm daftar, cm istri saya pernah main ke tk tersebut karena kawannya ngajar di tk itu, eee pas anakku sekolah ditk lain katanya hrs cabut berkas dl disekolah lama, kami hub lah tk dmn anak terdaftar dapodiknya eeh sekolahnya banyak dramanya alasan ini itu yg tidak perlu," tulisnya.
Orang tua U menyatakan anaknya terdata di sekolah yang berbeda dengan tempat menempuh pendidikan. Ia pun harus mengurus perubahan data pendidikan sang anak.
"aku juga pernah anak aku sekolah dmna dapodik nya terdaftar di sekolah mana?sampe bolak balik buat cabut data.bukan kah itu termasuk pencurian data yah," tulisnya.
Orang tua A mengatakan, ia juga mengalami kesulitan saat meminta pihak sekolah untuk memperbaiki data sang anak di Dapodik.
"iya anakku juga gtu, jauh banget lagi terdaftar sekolahnya.. ihh agak sedikit kesel kenapa tbtb data anakku terdaftar sekolah di tk lain, pas di datengin sekolahnya bilang kepala sekolahnya pergilah, inilah itulah, operator sekolahnya juga lagi liburlah.. pas kami marah minta dikeluarin barulah dikeluarin itu nmr dapodik dari sekolah yang gak tau itu kami gak pernah sekolah di tk itu. karna baru tahun kmrin masuk tk dan skg udah SD sih anaknya.. itu kenapa ya kok bisa gitu," tulisnya.
Pihak Sekolah Disebut Menolak Perbaikan Data
Orang tua M mengatakan, pihak sekolah tempat anaknya terdata tidak mau mengubah data di Dapodik. Buntutnya, sang anak kini berstatus sebagai murid titipan di satuan pendidikan saat ini.
"kejadian itu pernah terjadi sama anak saya,, saya belum pernah mendaftarkan anak saya ke sekolah manapun pada saat itu tp setelah saya daftarkan anak ke TK kata kepala sekolahnya data anak sudah terdaftar di sekolah lain dan saya konfirmasi ke sekolah tersebut karena kebetulan dekat rumah, eh ternyata benar sudah di daftrakan sm sekolah tersebut," tulis M.
"saya marah dan minta di keluarkan data dr sekolah tersebut tp pihak sekolah tidak mau mengeluarkannya pada akhirnya anak saya statusnya jd murid titipan di sekolah baru nya," sambungnya.
Orang tua D mengatakan, pihak PAUD di mana anaknya terdata sebagai siswa juga menolak memperbaiki data di Dapodik. Ia mengatakan, kepala PAUD tempat anaknya belajar saat ini harus mengurusnya ke kementerian terkait.
"anak saya juga posyandu di kampung suami di daftarin sekola PAUD yg di kampung sama kader,, saya ga tau apa" , setahun kemudian pas udh sekola PAUD di kota sini kepala sekolah nya bilang bahwa anak saya sudah masuk PAUD di kampung.. saya klarifikasi bahwa ini sekolah PAUD yang pertama, belom pernah sekola dimana pun.. trs tlp lah orang yg dikampung minta di keluarkan data ank saya PAUD M**** ga bisa tuh akhirnya kepala sekolah paud yg di sini ke mendikbud," tulisnya.
Siswa Terdata di Sekolah Kabupaten dan Pulau Lain
Pemilik akun N, menyatakan, pihak sekolahnya mendapati siswa di sekolahnya terdata di satuan pendidikan di kabupaten dan pulau yang berbeda. Namun, orang tua siswa tersebut menyatakan belum pernah mendaftarkan sang anak di sekolah mana pun.
"kasus ygg sama , td saya mau input data 2 orang peserta didik baru ,tetapi setelah di isi dan klik simpan terdata peserta didik saya sudah menjadi siswa di sekolah lain dan. sudah ada NISN nya ,lansung saya komfirmasi dg orang tua ,,dan orang tidak pernah mendaftarkan anak nya di sekolah mana pun,apalagi sekolah yg bersangkutann ternyata berada di kabupaten dan pulau yang berbeda," tulisnya.
Kejanggalan serupa disampaikan Y, yang keluarganya terdata di daerah lain di Dapodik.
"...ponakan saya sudah keluar sekolah.. pas mau ikut Paket.. ternyata terdaftar di dapodik di Sekolahan d G*******.. padahal tak pernah ke G****...aneh," tulisnya.
Sedangkan pemilik akun M mengatakan keponakannya terdata di sekolah di kabupaten asalnya kendati tak berdomisili di sana.
"kya ponakan ku, mau daftar sekolah swasta di Jakarta pas di cek namanya udh ada di sekolah yg di kampung (L***********) pdhl ga pernah daftar,itupun pulang kampung setahun kadang 2 tahun sekali. akhirnya minta di hapus π," tulisnya.
Keluhan Operator Satuan Pendidikan
Sedangkan Y menyatakan, sebagai operator Dapodik di sebuah TK, ia menjadi kesulitan lantaran sejumlah NIK siswa sudah terdaftar tetapi orang tua menyatakan anaknya belum pernah mendaftar ke sekolah lain sebelumnya.
"Saya sebagai Ops dapodik TK sampe kebingungan mau masukkan siswa k dapodik krna ada beberapa NIK anak yg sdah terdaftar sekolah, sedangkan Ortunya merasa sebelumnya belum pernah mendaftarkan anaknya sekolah," ungkapnya.
Sedangkan pemilik akun P mengatakan, siswa di sekolahnya terdata di sekolah lain di Dapodik kendati belum resmi masuk sekolah tersebut.
"dlu jg punya murid, katanya sebelumnya mau daftar tp gk jd. ternyata sm sekolah tsb dimasukkan ke data dapodik dia, trs ditelfon sm kepsekku~," tulisnya.
Selaras, S menyatakan siswa di sekolahnya juga terdata di Dapodik sebagai siswa sekolah lain.
"satu siswa saya tdk dpt dtarik dapodik,keteranganya sdh terdaftar d skolh lain . pdhal ortu ny hny mndaftarkn dskol kami," tulisnya.
Pemilik akun U mengatakan, ia sebagai pihak sekolah juga kesulitan untuk mengisikan data siswanya di Dapodik lantaran sudah lebih dahulu salah terdata sebagai siswa sekolah lain.
"siswa saya ad 4 org yg membal saya daftarkan ke dapodik karna sttus sianak sudah trdaftar disekolah lain. pusing saya nyari2 no kepseknya gak tau. nambah kerjaan saya aja ππ," tulisnya.
Bila Anda orang tua punya pengalaman serupa, bisa kirim pengalaman di komentar atau ke email redaksi: detikedu@detik.com.
Saksikan Live DetikSore :
Simak Video "Video: Jurus Kemendikdasmen Cegah Jual Beli Kursi SPMB 2026"
[Gambas:Video 20detik] (twu/pal)










































